Viabilitas Tepung Sari Kendala pada Persilangan Tanaman Pinang

Artikel Palma Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Viabilitas tepung sari pinang dapat diamati dengan memanfaatkan media agar yang ditambahkan sukrosa sebagai sumber energi dan asam borat. Tepung sari pinang mulai berkecambah 5 jam setelah ditabur di atas media agar dan viabilitas optimum tepung sari pinang dapat diketahui setelah 10 jam ditabur diatas media agar. Hingga saat ini belum ada ketetapan baku mengenai standar kelayakan tepung sari pinang bagi program hibridisasi, namun pada tanaman kelapa tepung sari dikategorikan layak digunakan dalam program hibridisasi jika viabilitasnya >40%.

Viabilitas tepung sari mempengaruhi tingkat keberhasilan program persilangan, semakin tinggi viabilitas tepung sari yang digunakan maka semakin tinggi peluang keberhasilan persilangan atau persentase buah jadi. Tepung sari yang memiliki viabilitas yang tinggi diperoleh pada tepung sari yang telah masak secara fisiologis. Rata-rata rendemen tepung sari pinang sekitar 0,159% dengan rata-rata berat tepung sari setiap tandan 0,182 gram (Mahayu dan Pandin, 2013). Rendemen tepung sari pinang jauh lebih rendah bila dibanding dengan rendemen tepung sari kelapa maupun aren, rendemen tepung sari kelapa tipe Dalam sekitar 3,29%, sedangkan rendemen aren tipe Dalam 1,4%. Rendemen tepung sari sangat dipengaruhi oleh jenis tanaman, kematangan bunga jantan dan proses pengolahan bunga jantan.

Selengkapnya Download fulltext : Info Tekbun 11 (6) 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *