Tindak Lanjut MoU Puslitbangbun dan Pemda Kabupaten Garut

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Bulan Mei 2018 yang lalu telah dilakukan MoU antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian dalam pengembangan komoditas perkebunan terutama dalam penguatan sektor hulu dan hilir dalam upaya meningkatkan pendapatan petani dan mengahadapi persaingan global dalam menyikapai permintaan dunia.

Untuk merealisasikan tujuan MoU tersebut, sebagaimana tertuang dalam butir MoU perlu di tempuh langkah kongkrit dan teknis dalam bentuk kegiatan di tahun 2019 dalam bentuk bimbingan teknis, kegiatan penelitian, kemitraan dan desiminasi teknologi yang dihasilkan Pulsitbang Perkebunan terutama untuk komoditas kopi, tembakau, akar wangi, stevia dan penguatan pasca panen produk-produk perkebunan lainnya. Upaya tindak lanjut tersebut akan tertuangakan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan penuh Balai-Balai Penelitian terkait terutama Balittri, Balittas dan Balitro.
Pengembangan sektor perkebunan dan kemajuanya tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah, namun harus ada sinergisitas dengan Badan Penelitian dan Pegembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan melalui Puslitbangbun terutama dalam menyebarluaskan teknologi yang telah di hasilkan’, demikian di sampaikan Kepala Sub Bidang Kerja Sama Dr.Saefudin, saat melakukan koordinasi dan tindak lanjut MoU di Dinas Pertanian Kabupaten Garut (25 Oktober 2018).

Bimbingan Teknis Kopi lebih mengarah pada penguatan sistem budiidaya dan penguatan pasca panen (industri) dan akses pasar yang berbasis petani dan kelompok tani produktif. Sementara untuk komoditas tembakau akan difokuskan pada kegiatan penetapan Indikasi Geografis (IG) dan pelepasan 5 varietas unggulan. Selain hal tersebut kegiatan tembakau akan diarahkan pada pelatihan penguasaan uji kadar nikotin tembakau.

Selain kopi dan tembakau kegiatan tindak lanjut MoU akan merevitasasi pengembangan dan penguatan budidaya tanaman akar wangi, dimana prospek dari akar wangi sangat menjanjikan terutama untuk tujuan ekspor selain memiliki nilai ekonomi tinggi, tanaman ini memiliki potensi besar produktivitasnya jika disentuk teknologi secara maksimal dimana saat ini mengalami penurunan produksi dan produktivitas di Garut. Tanaman berikutnya yang dikembangkan dan potensial adalah Stevia yang memiliki kadar gula rendah kalori. Tidak hanya dalam hal pengembangan komoditas tindak lanjut MoU diharapkan mampu melakukan kegiatan bimbingan pengendalian OPT terutama terhadap tanam kopi. Semoga tindak lanjut MoU akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan kemajuan sektor perkeunan di Kabupaten Garut. (sae.26.10.2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *