Teknologi Budidaya Terpadu untuk Tembakau Virginia

Artikel Tembakau Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Saat ini luas areal tembakau Virginia sekitar 46.200 Ha dengan total produksi 164.000 ton. Jumlah produksi tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri, sehingga kekurangannya perlu diimpor. Pada tahun 2011 – 2017, rata-rata impor tembakau Virginia sebesar 92.540 ton per tahun. Penambahan areal selama 6 tahun (2019 – 2024) diproyeksikan seluas 34.710 ha untuk menghasilkan total produksi tembakau Virginia sebanyak 67.863 ton. Jumlah produksi tersebut dapat mengurangi sebanyak 73% dari rata-rata total impor, sehingga menghemat devisa negara. Namun demikian perluasan areal tersebut masih belum terlaksana karena proyeksi perluasan areal belum disosialisasikan. Inovasi teknologi budidaya yang dihasilkan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu tembakau Virginia meliputi teknologi yang terkait dengan usaha ekstensifikasi areal tanam dan intensifikasi budidaya.

Ekstensifikasi (perluasan) areal tanam

Peta kesesuaian lahan telah dihasilkan untuk tembakau Virginia di Kabupaten Bojonegoro, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Di Kabupaten Bojonegoro, kesesuaian lahan aktual tembakau dengan kelas S2 seluas 15.657 Ha dan kelas S3 lebih dari 50.000 Ha. Di Lombok, kesesuaian lahan tembakau kelas S1 seluas 9.055 Ha, kelas S2 seluas 42.000 Ha dan kelas S3 seluas 116.660 Ha. Peta sebaran kesesuaian lahan tersebut dapat digunakan sebagai dasar perluasan areal tanam tembakau Virginia untuk mengurangi impor. Tentunya perluasan areal tersebut perlu diawali dengan kajian penggunaan lahan saat ini, kesesuaian mutu dan kelayakan ekonomisnya.

 

Intensifikasi budidaya

Rata-rata produktivitas tembakau Virginia masih 1,3 ton/Ha, lebih rendah dari potensinya sebesar 2 ton/Ha. Penyebab rendahnya produktivitas tembakau Virginia adalah rendahnya kemurnian varietas dan kesuburan tanah, pengelolaan lahan kurang optimal, serangan hama dan penyakit, dan belum diterapkannya teknologi pemangkasan yang tepat. Inovasi teknologi yang memadukan varietas unggul, pemupukan berimbang dan pemangkasan berhasil meningkatkan produktivitas dan mutu tembakau Virginia di Bojonegoro dan Bondowoso (Jawa Timur), Buleleng (Bali), dan Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat). Di Kabupaten Lombok Timur, varietas unggul (Coker 176 dan NC297) yang dipupuk dengan 100 kg/ha NPKMg (15:9:12:2) menghasilkan tembakau dengan produktivitas 2,5 – 2,6 ton/ha, kadar nikotin 3,68 – 4,76% dan kadar Chlor <1%.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *