Teknik Perbanyakan Pala Jantan dan Betina Melalui Epicotyl Grafting

Artikel Rempah Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Tanaman Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman rempah asli Indonesia, sudah dikenal sebagai tanaman rempah sejak abad ke-18. Sampai saat ini Indonesia merupakan produsen pala terbesar di dunia (70 – 75 %). Negara produsen lainnya adalah Grenada sebesar 20 – 25 %, kemudian India, Sri Lanka dan Malaysia.

Berdasarkan penelitian bahwa perbanyakan pala melalui sambung pucuk secara epicotyl grafting dengan menggunakan batang bawah berumur 20-30 hari adalah cara yang terbaik dengan tingkat keberhasilan mencapai 80-90%. Epicotyl adalah tunas embriotik di atas kotiledon. Dengan demikian epicotyl grafting adalah sambung pucuk dengan menggunakan bagian batang bawah di atas kotiledon.

Tujuan cara penyambungan pada bagian tunas embriotik ini adalah agar penyembuhan luka cepat terjadi dan kalus cepat terbentuk  sehingga jaringan batang atas dan batang bawah cepat bersatu/bertaut. Perbanyakan pala dengan menggunakan umur batang bawah yang lebih tua (umur 3-4 bulan) tingkat keberhasilannya sangat rendah < 20 %.

Melalui perbanyakan secara epicotyl grafting bahan tanaman pala dapat tersedia lebih cepat 3-4 bulan, karena tidak memelihara batang bawah terlalu lama. Oleh karena itu untuk tujuan pengembangan pala pada masa yang akan datang sebaiknya menggunakan benih hasil perbanyakan vegetatif (epicotyl grafting), baik untuk penanaman baru maupun rehabilitasi tanaman jantan dan hermaprodit yang tidak diperlukan serta tanaman tua yang tidak produktif.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *