Sistem Tanam Tebu Juring Ganda dengan Benih Ganda

Aktifitas Puslitbangbun

BERITA PERKEBUNAN – Penerapan sistem tanam juring ganda PKP 50/170 dengan aplikasi benih ganda (double planting) mampu meningkatkan populasi tanaman 2,36 kali lipat dari sistem tanam juring tunggal. Sistem tersebut juga menambah luas areal tanam yang kosong seluas 50% selama 4 bulan pertama pertumbuhan tanaman tebu.

Areal tanam yang kosong tersebut dapat dipergunakan untuk areal pengembangan tanaman pangan seperti kedelai dan kacang tanah dalam sistem tumpangsari. Dengan areal pengembangan tebu yang ada sekarang seluas 416 ribu ha, maka penerapan sistem tanam juring ganda tersebut dapat menyediakan areal tanam tanaman pangan seluas 208 ribu ha.

Peningkatan jumlah populasi tanaman 2,36 kali lipat menyebabkan jumlah nutrisi yang diperlukan oleh tanaman tebu meningkat 2,36 kali lipat pula. Oleh karena itu diperlukan pupuk anorganik berdosis 1416 kg Phonska + 1180 kg ZA/ha dan akan diperoleh produksi hablur sebesar 12,36 ton/ha untuk PC dan 12,43 ton/ha untuk RC dengan keuntungan sebesar Rp. 32.130.935,-/ha untuk PC dan Rp. 47.848.400,- untuk RC (Tabel 1 dan 2).

Hasil tersebut telah mendekati produksi hablur yang diharapkan yakni sebesar 13,64 ton/ha. Peningkatan produksi hablur dapat ditingkatkan lagi melalui revitalisasi pabrik gula, dimana revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan rendemen dari 6,28-7,0% menjadi 8,5%. Dengan demikian pemenuhan kebutuhan gula nasional dapat tercapai tanpa perlu melakukan perluasan areal tanam.

Tabel 1. Produktivitas, rendemen dan produksi hablur pertanaman tebu pertama (PC) dan pertanaman ratoon (RC) pada tiga sistem tanam.

Tabel 2. Penerimaan, pengeluaran dan keuntungan pertanaman tebu pertama (PC) dan pertanaman ratoon (RC) pada tiga sistem tanam.

 

Gambar 1. Sistem tanam juring tunggal dengan PKP 130 cm.

 

Gambar 2. Sistem tanam juring ganda dengan PKP 50/135 cm benih tunggal.

 

Gambar 3. Sistem tanam juring ganda dengan PKP 50/170 cm benih ganda.

 

Gambar 4. Penataan benih tebu pada sistem tanam (a) juring ganda benih ganda dan (b) juring ganda benih tunggal.

 

Gambar 5. Penampilan tanaman tebu pada sistem tanam juring ganda benih ganda saat (a) tumpangsari dengan tanaman kacang tanah dan (b) setelah kacang tanah dipanen.

 

Sumber: Balai Peneliti Tanaman Pemanis dan Serat

Berita terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *