Sistem Reward and Punishment Jadi Motivasi Pelayanan Prima Puslitbang Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight Indonesia

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Reward and Punishment merupakan metode untuk memotivasi petugas layanan publik dalam memberikan pelayanan prima dan meningkatkan prestasinya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Bapak Teguh P. Nugroho, S.Sos, M.AP yang hadir sebagai narasumber dalam acara “Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima dan System Reward-Punishment” Puslitbang Perkebunan, Kamis (1/7), di Bogor.

Teguh menjelaskan Pemberian Reward and Punishment perlu disesuaikan dengan mekanisme reformasi birokrasi di Kementerian/Lembaga Pemerintahan. Selain itu hal yang perlu diperhatikan adalah regulasi/panduan terkait hal tersebut.

“Adapun panduan yang perlu diperhatikan terkait siapa saja yang masuk kedalam kategori penerima reward and punishment antara lain, pemberi layanan atau unit kerja terkait, pelaksana pelayanan hingga penerima layanan yaitu masyarakat”. Ujar teguh.

Lebih lanjut Teguh juga menambahkan pembentukan tim penilai dan konsistensi pelaksanaan kegiatan reward and punishment juga menjadi kunci kesuksesan sistem tersebut.

Kepala Puslitbang Perkebunan, Ir. Syafaruddin, Ph.D sangat mengapresiasi materi yang disampaikan oleh Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya. Beliau juga memberikan arahan kepada seluruh petugas layanan yang hadir, agar pelaksanaan pelayanan publik di Puslitbang Perkebunan dapat termotivasi menjadi jauh lebih optimal dengan diterapkan sistem reward and punishment.

“Dengan adanya sistem reward punishment ini, harus jadi motivasi kita dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Jangan sampai ada diantara kita yang kinerjanya baik merasa sama dengan yang tidak, karena tidak ada apresiasi atau reward”, jelas kapus.

Sesuai UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, lembaga pemerintah wajib memberikan layanan publik yang optimal kepada masyarakat, untuk itu Puslitbang Perkebunan terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat diantaranya dengan penerapan sistem reward and punishment. (Anjas/Tim web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *