Sinergisitas dan Pemantapan Kegiatan Pengembangan Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) melaksanakan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan TA. 2018 dan Rencana Kegiatan TA. 2019, pada 3 – 4 Januari 2018. Kegiatan di buka oleh Kepala Puslitbang Perkebunan yang diwakili oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Dr. Rustan Massinai dan dihadiri oleh seluruh penanggungjawab kegiatan penelitian, anggota, Pejabat Struktural dan tim evaluator internal dari eksternal. Kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. Fadjry Djufry, pada saat hadir pada hari kedua, menyampaikan capaian kinerja Kementerian Pertanian hingga tahun 2018 dan rencana program tahun 2019. Kepala Puslitbangbun juga memberikan arahan langkah-langkah strategis dalam pencapain hasil penelitian dan pengembangan guna memperoleh hasil yang maksimal dalam rangka menjawab kebutuhan teknologi inovasi serta peningkatan pendapatan petani dan pendapatan Negara dari sektor ekspor produk-produk perkebunan.

Kepala Bidang PE dalam pembukaan menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama semua peneliti dalam mencapai target output dan outcome dari setiap kegiatan riset yang dilakukan. Massinai mengingatkan kembali tugas dan fungsi Puslitbang Perkebunan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 43/Permentan/OT.110/10/2015 adalah melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan program, serta pelaksanaan penelitian dan pengembangan, sedangkan fungsinya adalah: Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program serta pemantauan dan evaluasi di bidang penelitian dan pengembangan perkebunan; Pelaksanaan kerjasama dan pendayagunaan hasil penelitian dan pengembangan perkebunan; Pelaksanaan penelitian dan pengembangan perkebunan dan inovasi di bidang perkebunan; dan Pengelolaan urusan tata usaha Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Fokus dari pengembangan komoditas perkebunan pada tahun 2019 adalah tebu, kopi, kakao, lada, pala dan kelapa..

Evaluasi merupakan bentuk pertanggungjawaban atas dana yang sudah dialokasikan oleh pemerintah; untuk memantau perkembangan capaian output kegiatan (laporan Bulanan/perkembangan, Triwulan, Semester dan Tahunan yang di implementasikan dengan menyampaikan laporan berkala secara online dan off-line); sarana mempublikasikan hasil hasil kegiatan; sebagai tolok ukur dan evaluasi kegiatan. Kabid PE juga menyampaikan hal-hal yang harus diperbaiki pada TA. 2019 terutama terkait administrasi dan ketertiban serta konsistensi penyiapan dokumen-dokumen yang valid sesuai aturan hukum yang berlaku bagi semua kegiatan riset maupun non riset.

Kegiatan yang dievaluasi meliputi (1) Produksi Benih Unggul Tebu, (2) Produksi Benih Unggul Tebu G0 G1, (3) Penelitian Pengembangan Teknologi Budidaya Komoditas Perkebunan Mendukung Kawasan Berbasis Perkebunan, (4) Penelitian Pengembangan Teknologi Pengendalian Hama Uret Tebu dan Hama Utama Kakao Ramah Lingkungan, (5) Penerapan Teknologi Budidaya Lada Pada Beberapa Agroekosistem, (6) Analisis Kinerja Kelembagaan Mendukung Sistem Perbenihan Komoditas Perkebunan, (7) Model Pengembangan Bioindustri Sistem Integrasi Kopi-Ternak, (8) Pemanfaatan Teknik Kultur In Vitro Dalam Pembentukan Galur Somaklon Baru dan Teknik Budidaya Tebu Pada Kondisi Iklim Basah, dan (9) Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit dan Efisiensi Pemupukan Melalui Reformulasi Pupuk Majemuk dan Aplikasi Rock Phosphate.
Seluruh kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan telah mendapatkan masukan, saran dan perbaikan dari tim evaluator dengan harapan menjadi langkah perbaikan dan penyempurnaan laporan dan acuan untuk kegiatan lanjutan dengan menjaga konsistensi antara tujuan, keluaran, dan metodologi sehingga mampu mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara administrasi dan keilmuan. Semoga….(Sae)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *