Sesba : Digitalisasi Pengelolaan Konten, dan Layanan, Mutlak Saat Ini untuk Memperluas Jangkauan Informasi

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Badan Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melaksanakan acara Koordinasi Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lingkup Balitbangtan di Savero Hotel Depok tanggal 17-19 Maret 2021. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Badan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. (17/3/21). Dalam sambutannya Haris mengatakan bahwa digitalisasi pengelolaan, konten, dan layanan mutlak menjadi suatu keharusan yang wajib dikuasai di era saat ini untuk memperluas jangkauan informasi. Sekretaris Badan juga mendorong seluruh Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UK/UPT) untuk memanfaatkan TIK dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing unit serta terus melaksanakan penderasan informasi kepada masyarakat.

Lebih lanjut Haris dalam acara pembukaan Bapak Sesba menyampaikan bahwa dalam jiwa pemimpin harus memiliki jiwa inovatif yang akan melakukan perubahan dalam dunia TIK. Pengelolaan TIK harus mampu mendukung penyebarluasan inovasi dan mampu mendorong tumbuhnya pertanian modern berbasis teknologi informasi untuk mewujudkan tercapainya sasaran strategis Balitbangtan.

Koordinasi TIK lingkup Balitbangtan ini berlangsung selama tiga hari (17-19 Maret 2021) yang diikuti oleh 30 peserta off line (tatap muka) dan 60 peserta online (daring) pengelola TIK lingkup Balitbangtan. Dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) dihadiri oleh Koordinator Substansi KSPHP Dr. Tedy Dirhamsyah, dan Sub Koordinator Substansi PHP Sudarsono, SE., dan Bursatriannyo, S.Komp. sebagai Pranata Komputer Ahli Muda sekaligus pengelola TIK Puslitbang Perkebunan.

Adapun roundown acara TIK lingkup Balitbangtan tahun 2021, yakni :
Hari pertama, pemaparan materi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang disampaikan oleh Rachmad Erwanto, mengulas tentang website penetration testing & security. Security testing merupakan teknik untuk menemukan celah dan kelemahan sistem yang mungkin mengakibatkan hilangnya informasi, pendapatan, layanan, reputasi ditangan karyawan atau pihak eksternal suatu organisasi. Sementara pemateri kedua dari Universitas Gunadharma yang disampaikan oleh Dr. Reza Chandra, mengulas tentang Pemanfaatan Google Analytics. Dalam paparannya mengatakan bahwa Google Analytics merupakan alat bantu untuk memantau lalu lintas (traffic) website dan juga menyediakan beragam data terkait kinerja website. Beberapa jenis data Google Analytics antara lain: Realtime access, demografi pengunjung, perilaku pengunjung, jumlah traffic, sumber traffic, performa website.

Hari kedua, pemaparan materi dari Pusat Data dan informasi Informasi Pertanian (Pusdatin, Kementan) tentang Tata Kelola Pelayanan TIK dan Data Center di Kementan. Adanya regulasi transformasi digital Nasional. Berdasarkan Perpres SPBE No. 95 tahun 2018, SPBE adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE. Sementara pameteri kedua dari Sekretariat Badan Litbang Pertanian memaparkan tentang Frame Work TIK Balitbangtan yang terdiri dari Infrastruktur, Back Office, Fron Office, dan SDM TIK. Pada siangnya pemaparan tentang Evaluasi dan Konsep Pengembangan TIK Satker Lingkup Balitbangtan yang disampaikan oleh pengelola TIK dari masing-masing Unit Kerja lingkup Balitbangtan (Puslit dan Balai Besar). Pemaparan materi Evaluasi dan Konsep Pengembangan TIK lingkup Puslitbang Perkebunan dipresentasikan oleh Bursatriannyo, S.Komp. sebagai Pranata Komputer Ahli Muda sekaligus pengelola TIK di Puslitbang Perkebunan.

Hari ketiga, pemaparan materi tentang Tips dan Trik Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berkala Menuju Terindeks Scopus. Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ismeth Inounu sebagai Chief Editor Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner (JITV) Puslitbang Peternakan. Jurnal JITV ini sudah terindeks Scopus sejak tanggal 8 Maret 2020 dan Terakreditasi Sinta 1 (S1) dari Kemenristek/BRIN pada bulan Juni 2020. Dalam paparannya Prof. Ismeth menceritakan proses submit di Scopus sampai diterima membutuhkan waktu 2 tahun serta persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh Scopus yang harus dipenuhi sesuai tahapan-tahapannya.

Pembacaan rumusan yang dibacakan oleh Sub Koordinator Datin, Hendra Yuniar, S.Kom., M.Kom. Arahan dan penutupan oleh Koordinator Substansi Perencana Badan Litbang Pertanian Dr. Arief Surachman menyampaikan beberapa catatan yang menjadi perhatian bagi pengelola lingkup Balitbangtan. Catatan-catatan tersebut antara lain penignkatan Webometerik, menjaga keamanan website, dan pemberitaan media online.

Diharapkan dengan adanya penyelenggaraan Koordinasi pengelola TIK Balitbangtan ini, peserta mampu menganalisis performa website dan traffic kunjungannya serta dapat melakukan pengujian perangkat lunak untuk memastikan sistem dan aplikasi bebas dari segala kerentanan, ancaman, atau risiko yang dapat menyebabkan kerugian besar. (Bur/Tim web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *