Sertifikasi Benih Kopi dan Kakao untuk Peremajaan Tanaman

Berita Perkebunan Highlight

INFO PERKEBUNAN – Penggunaan benih bermutu penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. Untuk menjamin bahwa benih yang beredar di pasaran memiliki mutu tinggi, perlu diadakan sertifikasi baik pada benih yang dihasilkan produsen swasta maupun pemerintah.

Nyoto Priyono dan M. Roiyan R dari BBPPTP dan Balit Palma melaporkan hasil sertifikasi pada benih kopi dan kakao di BBPPTP Surabaya, Februari 2021 lalu. Pemeriksaan dilakukan di kebun yang terletak di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Menurut pengamatan, ada lebih banyak klon kopi yang lolos sertifikasi dibandingkan kakao. Diduga, hal ini disebabkan karena klon kakao yang diperiksa berasal dari cabutan sehingga rentan stres, sementara klon kopi yang diperiksa berasal dari stek.

Dari 2.520 batang kopi robusta klonal yang diperiksa, ada 2.508 yang lolos, sedangkan yang kerdil dan mati sebanyak 12 batang. Pada pemeriksaan pembenihan kakao PCC (Plagiotrof Cabutan) sejumlah 171.300 batang, yang memenuhi syarat sebanyak 169.570 buah. Adapun yang kerdil dan mati sejumlah 1.731 batang.

Bibit kopi rencananya disalurkan untuk peremajaan tanaman di Bogor, sementara bibit kakao akan didistribusikan ke Sulawesi Selatan. Dengan sertifikasi, petani akan mendapatkan jaminan bahwa benih yang mereka gunakan bermutu, sehingga mereka tidak perlu khawatir untuk menanam dalam jumlah besar. 

Tanaman yang dihasilkan diharapkan memiliki keragaan yang kuat dan sehat, serta bebas dari hama dan penyakit tanaman. Hal ini pun sejalan dengan program pemerintah untuk menggunakan benih bermutu sebagai syarat mutlak untuk disalurkan ke petani dan calon produsen benih. (Nurul/Tim Web)

Ingin tahu lebih banyak tentang sertifikasi benih kakao dan kopi ini? Simak selengkapnya melalui tautan berikut: Sertifikasi Benih Nabati Kopi Robusta dan Kakao PCC Cabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *