Serangan Hama Ulat Tanduk pada Pembibitan Pinang

Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Budidaya tanaman Pinang (Areca catethu L.), merupakan salah satu alternatif pendukung yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan sandang dan papan seperti yang terjadi pada sebagian besar penduduk di Kepulauan Sumatera. Dengan adanya tanaman pinang pendapatan penduduk cukup memuaskan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengembangan tanaman pinang mengalami kendala diantaranya karena serangan hama dan penyakit salah satu hama yang menyerang tanaman pinang adalah hama Ulat tanduk di pembibitan.

Gejala Serangan Ulat Tanduk

Imago dari ulat tanduk meletakkan telur yang berwarna putih di bagian bawah daun bibit pinang kemudian beberapa hari kemudian menetas jadi larva, pada fase larva ini mulai merusak dan menggerek daun yang dimulai dari daerah dekat menetasnya telur kalau telur menetas pada posisi pinggir daun maka larva akan menggerek dari pinggir daun akan tetapi kalau telur menetas di pertengahan daun maka larva akan menggerek awal pada daerah pertengahan daun kemudian sampai keseluruh bagian daun.

Pada instar awal kerusakan yang ditimbulkan masih relatif rendah ini disebabkan karena tingkat kemampuan makan larva ulat tanduk masih rendah berbeda pada larva instar akhir tingkat kerusakan yang disebabkan sudah relatif tinggi karena kemampuan makan sudah tinggi. Tiga larva pada setiap pelepah daun pada tanaman pembibitan sudah mampu menyebabkan kerusakan sampai 50 %. Tingginya serangan ulat tanduk sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya tanaman pinang.

Tanaman yang terpelihara dengan baik dan terkontrol akan memperbaiki pertumbuhan tanaman pinang utamanya yang masih dalam pembibitan. Tanaman yang tidak terpelihara akan menyebabkan imago (kupu-kupu) akan bebas meletakkan telurnya pada pembibitan tanaman pinang bahkan sampai berkembangbiak sampai beberapa turunan.

Gambar 1. menunjukkan bahwa larva, imago dari ulat tanduk beserta serangannya pada pembibitan pinang termasuk tingkat kerusakannya bervariasi  dari serangan rendah sampai serangan berat. Dalam jangka waktu yang lama pertumbuhan vegetatif terhambat dan mempengaruhi  keadaan fisiologis tanaman pinang.

Pengendalian Ulat Tanduk

Pengendalian pada pembibitan masih bisa dilakukan secara mekanik dimana telur dan larva yang ditemukan pada tanaman lokasi pembibitan bisa langsung dibunuh atau diambil kemudian pencet, bisa juga dengan menggunakan alat kemudian ditangkap lalu dikumpulkan, selain itu diupayakan selalu dikontrol sanitasi pembibitan tanaman pinang supaya imago dari larva ulat tanduk tidak meletakkan telurnya di tanaman pinang. penggunaan musuh alami juga merupakan salah satu cara pengendalian yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan predator, cendawan antagonis. Pada kondisi tertentu penggunaan pestisida juga bisa dilakukan selama mengikuti prosedur PHT, tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Sumber Balitpalma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *