Rapim Balitbangtan dan Arahan Mentan, Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pembangunan pangan perlu diantisipasi dengan menggunakan teknologi, inovasi dan sistem usaha pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sebagai institusi penelitian dan pengembangan pertanian dibawah Kementerian Pertanian mempunyai peran sangat penting dalam berkontribusi pembangunan pertanian Indonesia. Jum’at, 3 Juli 2020 bertempat di Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta – Kampus Penelitian Cimanggu, Bogor, Balitbangtan mengadakan Rapim dan Silaturahmi dengan seluruh Pejabat Struktural, Peneliti, Perekayasa dan penyuluh serta Keluarga Besar Balitbangtan di seluruh Indonesia melalui virtual dan dengan pertemuan fisik. Rapim yang dihadiri 200 peserta dihadiri oleh Menteri Pertanian dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Dalam sambutanya Menteri Pertanian (Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH) memberikan arahan agar Balitbangtan membuat terobosan-terobosan teknologi, inovasi pertanian, menghasilkan varietas unggul baru melalui riset unggulan yang bermanfaat dan meningkatan kesejahteraan kesejahteraan petani.

Dalam masa transisi New Normal saat ini, Syahrul menekankan bahwa Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan peningkatan ketersediaan pangan yang bertumpu pada 4 (Empat) Cara Bertindak (CB), antara lain: (1) Peningkatan produksi pertanian dengan melakukan percepatan padi pada masa tanam (MT) II 2020 seluas 5,6 juta hektare, pengembangan lahan rawa di Kalimantan Tengah seluas 164.598 ha., (2) Diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal yang tidak terfokus pada satu komoditas, melalui pemanfaatan pangan lokal secara masif seperti ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan sorgum dan pemanfaatan lahan pekarangan dan marjinal melalui program pekarangan pangan lestari (P2L) untuk 3.876 kelompok, (3) Penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, dengan penguatan cadangan beras pemerintah provinsi hingga ke level terkecil di desa, dan (4) Pengembangan pertanian modern, mulai dari pengembangan smart farming hingga screen house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam, ujar Syahrul dengan semangat.

Syahrul berpesan kepada seluruh keluarga besar ASN Balitbangtan all out mendukung 4 (empat) cara bertindak tersebut dalam setiap kegiatan penelitian, perekayasaan dan diseminasi dalam rangka peningkatan ketersediaan pangan, sehingga apa yang kita rencanakan dapat tercapai dengan baik bagi kemakmuran rakyat Indonesia. Beliau juga menyampaikan kebanggaan terhadap para peneliti dan hasil karya Balitbangtan seperti Eucalyptus anti virus yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, pungkas Syahrul.

Dalam mendukung ketersediaan pangan Kepala Balitbangtan (Dr.Ir. Fadjry Djufry, M.Si.) memperkenalkan Teknologi Tepat Guna “Susu Beras Fortifikasi”, terbuat dari beras yang sudah tidak terpakai (beras patah/menir), ditambahkan protein nabati, ekstrak sayuran diolah menjadi produk makanan yang bermutu/bernilai tinggi dan kaya antioksidan, sehingga dapat dijadikan pengganti susu sapi bagi penderita lactose-intolerant, selain itu susu beras bebas kolesterol, memiliki efek mengenyangkan baik untuk program penurunan berat badan. Susu beras fortifikasi merupakan teknologi Balitbangtan yang memiliki karakteristik, berskala kecil, hemat energi, dirancang untuk meningkatkan gizi dan nilai tambah masyarakat, Fadry mengakhiri. (Anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *