Rakor Tindak Lanjut Kerja Sama Puslitbangbun Dengan 10 Mitra

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Puslitbang Perkebunan sebagai lembaga penelitian dan pengembangan komoditas perkebunan di bawah Balitbangtan mendapat mandat untuk mampu melahirkan hasil-hasil riset yang berkualitas tinggi serta mampu diadopsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas termasuk  berbagai stakeholder baik dalam dan luar negeri. Salah satu bentuk pengembangan teknologi tersebut adalah melalui jalur perluasan kerja sama.

Pada tahun 2019, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan telah memperluas kerja sama dengan berbagai pihak yaitu Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Swasta dan BUMN baik dalam dan luar negeri. Perluasan kerja sama menyangkut aspek atau bidang penelitian, diseminasi teknologi, sinergisitas program dan kegiatan pertanian, pembinaan dan pendampingan masyarakat (Bimtek), bidang publikasi dan kegiatan ilmiah, transformasi teknologi melalui proses belajar dan mengajar serta pembimbingan mahasiswa dalam rangka menunjang dan peningkatan hasil akademis.

T.A. 2019 melalui Bidang KSPHP yaitu Sub Bidang Kerja Sama telah menjalin kerja sama dengan 10 institusi yaitu: (1) PTPN VIII, (2) Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, (3) Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-PAIR BATAN, (4) Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Pekanbaru, (5) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Sumedang, (6) Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, Sumedang, (7) Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, (8) Politeknik Negeri Jember, Jatim, (9) Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, dan (10) Dinas Perkebunan Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, maka perlu dilakukan langkah-langkah kongkrit terutama dalam merealisasikan butir-butir yang telah tertuang dari ruang lingkup kerja sama melalui penajaman program dan kegiatan Kerangka Acuan Kerja (KAK). KAK merupakan  tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pelaksanaanya di tingkat eselon III dalam hal ini Balai-Balai Penelitian di Lingkup Puslitbangbun.

Untuk merealisasikan program dan kegiatan yang tertuang dalam kerja sama perlu dilakukan Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Kerja Sama dengan 10 institusi (Senin, 8 Juni 2020) secara virtual online. Selain dihadiri mitra kerja sama rakor juga melibatkan Kepala Balai Lingkup Puslitbang Perkebunan, Pejabat Struktural dan Peneliti sebanyak 67 peserta.

Dalam sambutan dan arahanya, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D menyampaikan dan menyambut dengan baik kegiatan rakor tersebut. Kapus berharap kegiatan kerja sama tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen, namun harus diikuti oleh tindak lanjut atau aksi nyata sebagaimana tertuang isi dan ruang lingkup yang telah disepakati.

Kepada Bidang KSPHP Dr. Tedy Dirhamsyah selaku moderator sekaligus menyampaikan perkembangan dan capaian bidang kerja sama pada TA. 2019 sebagai pengantar rakor. Pada rakor tersebut, masing-masing mitra kerja sama memberikan pemaparan terkaiat rencana program dan kegiatan yang akan dituangkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) terutama dengan Balai Penelitian terkait. Kegiatan yang tertuang adalah terkait penunjang dan peningkatan akademis mahasiswa berbagai strata dalam bentuk magang, pembimbingan akademis, tranformasi teknologi dan pengetahuan khususnya bidang perkebunan melalui kuliah baik online dan off line dengan memaksimalkan para peneliti Puslitbang Perkebunan. Selain aspek peningkatan akademis, kegiatan juga terkait sinergi penelitian, publikasi ilmiah/journal, seminar/workshop, pendampingan dan pemberdayaan petani serta bimbingan teknis.

Dekan Fakultas Pertanian IPB, Faperta Unpad, FTIP Unpad, Faperta Untirta, Faperta UIR dan Direktur Politeknik Negeri Jember memberikan kesempatan terbuka kepada peneliti dan pejabat struktural Lingkup Puslitbangbun untuk memberikan kuliah dan pembimbingan mahasiswa dalam upaya mendukung dan mensuksesakan kebijakan Kemendikbud terkait Belajar Merdeka-Kampus Merdeka. Dimana mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengembangkan potensinya  selama 2 semester memalui model pembelajaran magang/praktik kerja dan penelitian/riset dilembaga-instutusi diluar perguruan tinggi.

Sementara dari PTPN VIII, Puslit Bioteknologi LIPI, Puslit PAIR Batan dan Dinas Pertanian Sumba Barat Daya NTT menyambut dengan baik pelaksanaan rakor karena saat ini beberapa program/kegiatan dan penelitian mengharuskan berkolaborasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kerja sama merupakan ruang dan waktu yang tepat untuk dapat sinergi penganggaran, pengetahuan/keahlian dan aspek penelitian.

Usai penyampaian rencana program dan kegiatan oleh mitra kerja sama, para Kepala; Balittro, Balittri, Balit Palma dan Balittas, menyampaikan profil singkat dan teknologi unggulan terkini yang dihasilkan dalam rangka menunjang rencana kerja sama. Kepala Balai menyambut dengan baik program dan kegiatan yang disampaikan oleh mitra dengan harapan segera dilaksanakan dalam waktu dekat dengan dukungan Puslitbang Perkebunan dan Balitbangtan.

Pada akhir rakor Kapus mengapresiasi atas pelaksanaan rakor terutama pastisipasi harapan seluruh mitra terhadap tindak lanjut kerja sama. Pelaksanaan kerja sama terutama dengan perguruan tinggi seiring dengan kebijakan Belajar Merdeka-Kampus Merdeka menjadi hal penting untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat, tegas Kapus. Untuk itu Bidang KSPHP diharapkan segera menindaklanjuti pelaksanaan KAK dengan masing-masing Balai Penelitian. (Sae/Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *