Puslitbangbun Libatkan Perwakilan BPTP Se-Indonesia Dalam Penyempurnaan Pedum Model Kawasan Toga Mandiri

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

BOGOR, PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) mengundang perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) seluruh Indonesia dan Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis lingkup Badan Litbang Pertanian dalam diskusi pembahasan penyempurnaan buku Pedoman Umum Model Kawasan Tanaman Obat Keluarga Mandiri (MKTM), melalui Video Conference pada kamis (23/4).

Kepala Puslitbangbun, Ir. Syafaruddin, Ph.D., membuka acara dengan menyampaikan harapannya agar diskusi dapat berjalan baik dan menghasilkan banyak masukan, khususnya dari keterlibatan banyak pihak.

Kami sangat berharap masukan dari Bapak/Ibu sekalian yang mewakili daerah di seluruh Indonesia pada pedum yang telah kami susun ini, tentunya ini berkaitan dengan jenis tanaman obat yang mungkin berbeda cara budidayanya pada kondisi geografis di wilayah masing-masing”, Ujar Syafaruddin

Seluruh gagasan tersebut akan kami tampung dan menjadi acuan kami untuk menyempurnakan kembali pedum sesuai masukan dari seluruh pihak terkait”, tambahnya.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, M. Si., yang hadir sebagai pemateri, menjelaskan garis besar tujuan dari Pedum Model Kawasan Toga Mandiri yang telah dibuat, khususnya terkait dengan penanggulangan wabah COVID-19 saat ini, diantaranya yaitu menyediakan bahan herbal untuk penambah daya tahan tubuh masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 melalui upaya preventif (pencegahan penyakit) dan promotif (peningkatan derajat kesehatan), yang kemudian dapat menjadi sumber penghasilan tambahan ekonomi bagi masyarakat dalam situasi terdampak wabah yang tidak menentu dan juga sebagai upaya Pelestarian tanaman obat asli daerah/wilayah.

Evi juga menjelaskan indikator keberhasilan dari Model Kawasan Toga Mandiri ini ialah terbangunnya unit percontohan Kawasan TOGA Mandiri di masing-masing kota/kabupaten sesuai dengan potensi genetik tanaman obat spesifik lokasi dan kearifan lokal setempat.

Diakhir sesi diskusi, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk memberikan masukan terhadap draft pedum yang telah disusun. Salah satunya Kepala BPTP Kalimantan Tengah (Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc) yang memberikan masukan terkait fokus pembuatan MKTM terhadap penanggulan COVID-19.

Syamsudin menjelaskan saat ini yang kita lebih baik lakukan ialah menciptakan ramuan-ramuan herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh guna mencegah penyebaran COVID-19 pada masyarakat, karena hingga saat ini banyak ahli yang belum dapat menemukan vaksin.

Puslitbangbun bersama dengan Balai Penelitian lingkupnya, mendapatkan mandat khusus dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian untuk terus berinovasi khususnya dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19. Maka dari itu segala upaya maksimal akan dilakukan diantaranya dengan menciptakan Model Kawasan Tanaman Obat Keluarga Mandiri yang optimal bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *