Puslitbangbun Berpartisipasi Aktif dalam Ekspo dan Penandatanganan Literasi Kerjasama Kementerian Pertanian dengan Stakeholder

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) berpartisipasi aktif dalam Ekspo dan Penandatanganan Literasi Kerjasama Kementerian Pertanian dengan Stakeholder. Acara yang dihelat oleh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) Kementerian Pertanian dalam rangka Peresmian Grand Launching Museum Tanah di Bogor (3/3/20). Penandatanganan Literasi Kerja Sama ini dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (diwakili oleh Plt. Kabid KSPHP Dr. Rustan Massinai, S.TP, M.Sc), Kepala BBSDMP, Kepala BPATP, Kepala BB Mektan, Kepala BBSDLP, Kepala Dinas Kabupaten Bogor, Direktur Polbangtan Malang, Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Serpong dan tamu undangan.

Dalam sambutannya Kepala PUSTAKA Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si. menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Tim yang telah membantu terselenggaranya Penandatanganan Literasi Kerjasama Kementerian Pertanian dengan Stakeholder.

Literasi merupakan kunci transformasi yang menjadi ujung tombak tersebarnya sebuah informasi. Dahulu literasi dilakukan secara konvensional, kini dengan adanya teknologi, literasi dapat dilakukan secara online. Kementerian Pertanian melalui PUSTAKA menghadirkan konsep interaktif untuk lebih dekat dengan petani, penyuluh dan masyarakat melalui fasilitas open virtual literacy room yang diresmikan pada 3 Maret 2020 di Museum Tanah dan Pertanian, ujarnya.

Acara peresmian juga dirangkaikan dengan grand launching Museum Tanah dan Pertanian, Peluncuran Buku Sejarah Pertanian Indonesia, Penganugerahan Museum Tanah dan Pertanian Sebagai Cagar Budaya, Penetapan Akreditasi Perpustakaan Pertanian dan MOU dengan Stakeholder, rangkaian kegiatan tersebut juga menghadirkan Tani On Stage yang bekerjasama dengan Biro Humas dan Informasi Publik, imbuhnya.

Retno mengungkapkan bahwa virtual literacy dapat mempertemukan seluruh stakeholder seperti peneliti, penyuluh, petani, dan pelaku usaha melalui video conference. “Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh stakeholder terkait serta masyarakat umum, di tempatkan di 4 titikĀ  yaitu di Perpustakaan Pertanian, Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D) serta di Museum Tanah dan Pertanian.” Ungkapnya

“Virtual literacy memanfaatkan jaringan dan infrastruktur yang sudah ada, sebagai upaya penyebaran informasi langsung kepada penyuluh dan petani. PUSTAKA menghadirkan narasumber ahli dibidangnya dengan mengangkat tema yang dibutuhkan, sesuai jadwal yang sudah di atur oleh Pustakawan.” Ungkap Retno. Lebih lanjut Retno menjelaskan bahwa dengan semangat Library comes to you diharapkan virtual literacy dapat mendukung konsep pertanian maju, mandiri dan modern yang pada akhirnya dapat menyejahterakan petani.

Kegiatan Penandatanganan Literasi Kementerian Pertanian dengan Stakeholder dilakukan oleh: (1) MoU: Menteri Pertanian dengan Kepala Perpusnas RI, (2) Penandatanganan Kerjasama : (a) Pusat Perpustakaan dan Penyebarann Teknologi Pertanian dan Pengembangan Alih Teknologi Pertanian dengan Badan Balai Literasi Braille Indonesia “Abiyoso”, (b) Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor tentang Percepatan Literasi dan penerapan teknlogi Pertanian melalui Pengembangan Perpustakaan Pertanian Berbasis inklusi sosial Mendukung ketahanan Pangan, (c) Politeknik Pembangunan Pertanian Malang dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, PT. Pg Rejoso Manis Indo, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Balai Besar Semberdaya Lahan Pertanian, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Serpong tentang Pembuatan Role Model Perkebunan Tebu Berbasis Teknologi Industri 4.0.

Rustan berharap Inovasi Teknologi yang dihasilkan Puslitbangbun dapat mewujudkan industri perkebunan yang bermanfaat, berdaya saing dan berpotensi untuk dikembangkan oleh masyarakat serta mampu berkontribusi dalam kemajuan perkebunan terutama dalam pengembangan dan riset, tegasnya. Puslitbangbun juga berkontribusi dalam penyebaran informasi teknologi melalui ekspo/diseminasi yang diselenggarakan oleh panitia. Adapun produk invensi yang dipamerkan oleh Puslitbangbun antara lain; produk olahan tanaman obat dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Kopi hasil penelitian dengan citarasa khas dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), produk makanan hasil olahan sagu dan kelapa dari Balai Penelitian Tanaman Palma, serta Teh Rosela yang merupakan salah satu produk unggulan hasil penelitian dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas). Selain itu pada booth Puslitbangbun juga disediakan leaflet, brosur hingga buku mengenai hasil penelitian komoditas perkebunan yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pengunjung pameran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *