Puslitbang Perkebunan Respon Cepat SE Sistem Kerja WFO dan WFH

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) merespon cepat surat edaran (SE) tentang sistem kerja work from office (WFO) maksimal berjalan 25% dan 75% work from home (WFH). Hal ini diputuskan dalam rapat konsolidasi Kepala Puslitbang Perkebunan dengan Kepala Balai Penelitian, pejabat struktural dan peneliti lingkup melalui virtual (21/9/20), mengingat perkembangan dan situasi ekspansi Covid-19 semakin masif.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI per 7 September 2020 menunjukkan bahwa terdapat klaster Covid-19 di 27 kantor Kementerian dengan total 629 kasus. Lebih lanjut menurut data Dinas Kesehatan Kota Bogor tren jumlah kasus pada setiap periode PSBB di kota Bogor terlihat pada masa PSBB IV/Transisi dan PSBB Pra AKB terlihat jumlah kasus baru mengalami kenaikan secara siginifikan, dimana kota Bogor berstatus Zona Merah.

Atas dasar tersebut, seluruh Kementerian dan Unit Kerja untuk secara ketat merespon dan menindaklanjuti Surat Edaran kembali melakukan konsolidasi dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Nomor 67 tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Perdadayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi nomor 58 tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Nomor 2985/SE/KP.370/A/09/2020 tanggal 08 September 2020.

Kepala Puslitbang Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D., menegaskan agar seluruh ASN mematuhi semua protokoler kesehatan dengan cara disiplin mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Secara umum berdasarkan laporan dari seluruh Kepala Balai Penelitian lingkup Puslitbang Perkebunan, kondisi saat ini seluruh pejabat struktural, peneliti dan pegawai harian lepas dalam kondisi sehat. Namun demikian, atas arahan Kepala Puslitbang Perkebunan untuk menindaklanjuti Surat Edaran dan dilaporkan secara rutin setiap minggunya ke Sekretaris Jenderal Kementan dengan diikuti oleh pemeriksaan berkala baik test Rapid dan Swap kepada seluruh pegawai.

WFH dan WFO harus dilaksanakan dengan ketat dengan tetap mempertimbangkan kedisiplinan dalam melakukan absensi sesuai jam ketentuan kerja setiap harinya dan upload hasil-hasil pekerjaan yang telah ditetapkan berdasarkan tugas dan fungsi, tegas Kapus. (Sae/Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *