Puslitbang Perkebunan Berpartisipasi pada Pameran Pangan

Aktifitas Puslitbangbun

JAKARTA, PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Litbang Kementerian Pertanian berpartisipasi pada acara Seminar dan Pameran Pangan tanggal 7-10 Februari 2012 di Jakarta Convention Center, Senayan-Jakarta, untuk mamamerkan hasil penelitian komoditas perkebunan.

Seminar dan pameran digagas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengangkat tema “Feed Indonesia Feed the World” Menunju Swasembada yang Kompetitif dan Berkelanjutan serta Mendorong Produk Unggulan Menjadi Primadona Dunia.

 

Kegiatan ini digelar dalam rangka mensinergikan langkah pemangku kepentingan, guna memperoleh terobosan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi Negara pemasok pangan dunia.

Hasil penelitian Puslitbang Perkebunan yang dipamerkan antara lain bibit tanaman : bibit tanaman jahe merah, kencur, dan temu lawak beserta rimpangnya. Produk unggulan: daun tanaman obat yang sudah dikeringkan seperti daun salam, daun kumis kucing, daun mahkota dewa, daun tapak dara, daun sirih, daun mengkudu, daun sambung darah dan daun jambu biji.

Disamping itu juga ada produk dalam kemasan kapsul healtro seperti ciplukan, Nourish shampo, citro, daun ungu, androcop, kunyit. Produk kapsul seperti rumput mutiara, asiaticap, daun sirsak, keladi tikus, sabun citrinella, meniran, jati belanda, temu lawak, daun salam, balsem aromatik, rosella dan minyak kelapa (VCO).

Kegiatan seminar dan pameran pangan ini dibuka Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang dihadiri peserta dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Perdagangan, kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, Pengusaha, Perguruan Tinggi, Kementerian Negara BUMN, Menko Bidang Perekonomian, Kementerian dalam negeri, Kementerian Keuangan, Badan POM, Perum BULOG, Perusahaan Swasta dll.

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan tidak mudah meningkatkan produksi pangan dunia hingga 60 persen dari produksi saat ini ke tahun 2045 ditengah perubahan iklim dan masalah dunia lain, oleh karena itu Presiden menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, swasta, peneliti, petani, maupun pelaku industri pangan, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Permintaan kebutuhan pangan akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Selain itu, bertambahnya kelompok masyarakat kelas menengah secara langsung mendorong peningkatan konsumsi pangan akibat terjadinya peningkatan daya beli.

Dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwa “Orang yang cerdas selalu melihat tantangan sebagai peluang”. Kalau disatu sisi ada kekurangan pangan berarti disini ada peluang dan ruang untuk memproduksi sesuatu sehingga bisa menyerap tenaga kerja, meningkatkan daya beli, sehingga kebutuhan pangan masyarakat bisa dipenuhi.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan dalam sambutannya mengakui masih lemahnya koordinasi dalam implementasi kebijakan dalam mewujudkan ketahanan pangan dari pusat, daerah, sampai tingkat rumah tangga. Pusat berpikir soal pemenuhan kebutuhan pangan tingkat nasional, sedangkan daerah berpikir kedaerahan, sehingga ketika kebutuhan pangan suatu daerah terpenuhi, tak jarang mereka tidak mau membuka pintu masuknya produk pangan dari daerah lain atau Negara lain untuk kepentingan tata niaga.

Keikutsertaan Puslitbang Perkebunan pada kegiatan seminar dan pameran pangan ini diharapkan komoditas perkebunan bisa menjadi pemeran utama dalam upaya peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor produk, yang berujung pada perbaikan kesejahteraan petani.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *