Prospek Pengembangan Tanaman Rempah dan Obat untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dalam naungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pengenalan varietas dan budidaya tanaman vanili yang di laksanakan di Omah Kebon, Temanggug, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota komisi IV DPR RI Ir, Panggah Susanto, MM, Bupati Temanggung M, Al Khadziq, Dinas Pangan, Pertanian, dan perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto, SP, MSi., beberapa kelompok tani vanili dan KWT dengan jumlah peserta 84 orang. Pelaksanaan kegiatan Bimtek ini tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Acara diawali dengan laporan penanggungjawab kegiatan Dr. Evi Savitri Iriani selaku kepala Balai Penelitian Tanaman rempah dan Obat (Balittro) dan dilanjutkan dengan sambutan Kapuslitbangbun Ir Syafaruddin, PhD dan ucapan selamat datang oleh Bupati Temanggung M. Al Khadziq serta pembukaan dan arahan oleh Ketua Komisi IV DPR RI Ir. Panggah Susanto MM.

Kepala Balittro, dalam laporanya menyampaikan bahwa banyak sekali inovasi yang sudah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Kabupatn Temanggung dikenal sebagai sentra produksi berbagai komoditas perkebunan seperti tembakau, kopi arabika, kopi robusta. Selain itu komoditas potensial yang sedang naik daun yaitu Vanili. Selain itu Kawasan Temanggung dapat menjaddi sentra produksi tanaman obat mengingat beberapa industry jamu/herbal berada di sekitar Kabupaten Temanggung. Oleh karena itu, kami Balittro – Puslitbangbun melihat potensi Temanggung untuk menjadi sentra produks vanili Indonesia sekaligus sentra tanaman obat untuk penyediaan bahan baku industry herbal.

Kepala Puslitbang Perkebunan Ir. Syafaruddin Ph.D dalam sambutannya mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian, menyampaikan bahwa bimtek tanaman rempah dan obat ini bertujuan sebagai hilirisasi varietas unggul Balitbangtan Kementerian Pertanian, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pelaksanaan teknis budidaya vanili yang baik dan benar, mendapatkan umpan balik dari petani vanili yang ada di Kabupaten Temanggung, sehingga output terakhirnya produksi meningkat dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani, harapnya.

Bupati Temanggung H.M.Al Khadziq dan Komisi IV DPR Ri Ir. Panggah Susanto MM menyampaikan ucapan terimakasih kepada Badan Litbang Kementan atas pelaksanaan pendampingan bimtek yang dilakukan oleh Balittro tentang prospek pengembangan tanaman rempah dalam hal ini vanili dan tanaman obat kepada kelompok tani khususnya kepada kempok tani di Temanggung, Ia menyatakan bahwa bimtek ini sangat penting untuk menambah wawasan penyuluh terkait inovasi teknologi dalam budidaya tanaman vanili. Kegiatan bimtek ini sangat sinkron dan siergi dengan program PETANI PEKARANGAN yang ada di Kabupaten Temanggung, untuk menggembalikan kejayaan tanaman vanili yang pernah Berjaya padatahun 1970 an yaitu dengan kerja keras petani dan didukung teknologi oleh Balitbangtam Kementan akan membuat pertanian di Temanggung ini lebih maju dan modern. Harapan akhirnya dapat menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan petani tegasnya.

Selesai acara arahan dan pembukaan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata produk eucalyptus dan produk inovasi Balitbangtan yang lain kepada tamu undangan yang hadir yang disampaiakan oleh Kapuslitbangbun. Materi bimtek.pengenalan varietas dan teknologi budidaya tanaman vanili yang disampaikan oleh peneliti Ekofisiologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat oleh Ir Agus Ruhnayat dan dilanjutkan praktek persiapan perbenihan oleh kepaa IP2TP Sukamulya Wawan Lukman Dalam paparanya Agus Ruhnayat berharap kepada para peserta bimtek, agar melalui kegiatan bimtek ini petani dapat menerapkan budidaya vanili sesui SOP yang baik dan benar, supaya produksi yang dihasilkan bisa optimal.

Dalam paparannya, Agus Ruhnayat menyampaikan bahwa penerapan SOP budidaya vanili dapat memperbaiki kondisi eksisting lebih baik lagi, sehingga produktivas meningkat. Namun, Agus Ruhnayat menekankan bahwa hasil tersebut dapat dicapai apabila menerapkan seluruh komponen teknologi secara baik dan benar. Agus Ruhnayat menambahkan bahwa penggunaan Varietas Unggul, pengaturan drainase, populasi tanaman dan tiang panjat, pemupukan berimbang, pemberian bahan organik, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah beberapa komponen teknologi kunci yang wajib diterapkan petani untuk mendapatkan hasil yang optimal. Setelah pemaparan materi dari narasumber, acara dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab.

Harapanya dengan adanya kegiatan bimtek ini, petani mendapatkan ilmu tambahan dan dapat menerapkan teknologi budidaya vanili dengan baik dan benar sehingga produksi yang dihasilkan bisa maksimal.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *