Potensi Pertanaman Wijen sebagai Kebun Madu

Artikel Wijen Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Kehidupan lebah madu sangat tergantung pada ketersediaan tanaman sebagai penghasil nektar dan tepung sari (pollen) sebagai pakan lebah. Ketersediaan nektar dan tepung sari yang besar merupakan prasyarat untuk pengusahaan lebah madu. Telah diketahui 33 jenis tanaman yang berpotensi sebagai penghasil pakan lebah madu. Beberapa jenis tanaman di antaranya diketahui hanya mengandung banyak nektar saja atau banyak tepung sari saja. Tanaman wijen merupakan tanaman yang unggul karena di samping banyak mengandung nektar juga banyak mengandung tepung sari, dan disukai lebah karena aromanya (Mulyaningsih, 2000).

Bunga wijen tumbuh 1—3 kuntum pada ketiak daun baik pada batang utama maupun cabang. Mahkota bunga wijen berbentuk tabung seperti terompet berwarna putih-ungu, mekar pada pagi hari dan akan gugur setelah terjadi penyerbukan (sore hari). Dalam setiap bunga wijen terdapat lima benang sari. Benang sari menempel pada dinding dalam mahkota bunga, saat bunga mekar kepala sari membuka dan menaburkan tepung sari. Karena pada saat mekar putik yang terletak di pangkal bunga telah matang maka dapat terjadi penyerbukan sendiri. Akan tetapi penyerbukan dapat ditingkatkan dengan adanya lebah penyerbuk. Biasanya lebah datang pada pagi hari hingga sekitar jam 8 untuk mengambil nektar dan tepung sari.

Tanaman wijen mulai berbunga sekitar umur 30 hari dan akan terus berbunga hingga pucuk tanaman. Tergantung kondisi lahan dan tanaman, jika rata-rata umur panen wijen 90 hari, maka ada masa pembungaan wijen selama 2 bulan. Di beberapa lokasi sentra pengembangan wijen terjadi variasi waktu tanam wijen di lahan sawah karena menyesuaikan dengan waktu panen padi. Belum lagi adanya wijen yang ditanam di lahan kering pada musim penghujan. Dapat dikatakan sepanjang tahun terdapat pertanaman wijen di sentra pengembangan, sehingga setiap hari ada bunga wijen yang mekar. Dimana tidak ada lagi tanaman-tanaman yang berbunga, dengan pola pengusahaan wijen yang demikian tentunya akan menjadi sumber pakan yang potensial bagi pengusahaan lebah madu.

Penelitian pengaruh penyerbukan oleh lebah madu pada wijen telah dilakukan oleh Montilla pada tahun 1991 di Venezuela. Hasilnya menunjuk-kan bahwa penyerbukan oleh lebah madu meningkatkan jumlah kapsul per tanaman, jumlah biji per kapsul, hasil wijen, dan berat 1.000 biji. Sedangkan penelitian di India (Srivastava dan Singh, 1968) dimana penyerbukan wijen dibantu dengan lebah madu, dapat meningkatkan hasil wijen hingga 44%. Informasi lainnya menyatakan bahwa hasil tanaman lain juga dapat meningkat 25—1.000% dengan adanya bantuan penyerbukan oleh lebah madu (Mulyaningsih, 2000). Penelitian di Amerika Serikat (Schmidt et al., 1995) yang membandingkan pengaruh tepung sari wijen dan beberapa tanaman lainnya terhadap kesehatan lebah madu, menunjukkan bahwa lebah pekerja muda yang mengonsumsi tepung sari wijen, ketahanan hidupnya meningkat 1,7 kali dibanding yang mengkonsumsi tepung sari dari bunga-bunga liar.

Hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa antara lebah madu dan tanaman wijen terdapat simbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Dengan bantuan penyerbukan oleh lebah madu, hasil wijen dapat meningkat, sedangkan bagi lebah madu dengan mengonsumsi tepung sari wijen ketahanan dan masa hidupnya dapat meningkat.

Lebah madu bukan hama bagi tanaman wijen melainkan membantu penyerbukan sehingga dapat meningkatkan hasil wijen, sedangkan bagi lebah ketahanan dan masa hidupnya dapat meningkat. Simbiosis yang saling menguntungkan ini perlu dikembangkan dan dikaji lebih lanjut.

Sekarang telah ada pengusaha lebah madu yang dapat memanfaatkan pertanaman wijen sebagai sumber pakan lebah madu, dan telah memproduksi madu wijen. Bagaimana rasanya? Hanya mereka yang fanatik mengonsumsi madu yang dapat membedakan rasanya. Bahwa biji wijen berkhasiat ajaib, banyak orang yang tahu dan telah membuktikannya. Demikian pula khasiat madu pun semua orang mengakui. Sudah banyak resep-resep masakan istimewa yang memadukan wijen dan madu dalam satu resep hidangan. Pertanyaannya adalah, apakah jika madu itu bersumber dari bunga wijen akan memadukan khasiat wijen dan madu? Silakan mencoba.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *