Pola Tanam Jahe untuk Meningkatkan Pendapatan Petani

Artikel Jahe Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Budidaya benih jahe banyak dilakukan secara monokultur, resikonya petani lambat menerima penghasilan karena untuk bibit jahe baru bisa dipanen umur 9 – 10 BST. Untuk meningkatkan produktivitas lahan, pendapatan petani dan agar petani bisa menerima penghasilan sebelum jahe dipanen, disamping untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen dan harga yang sangat berfluktuasi. Optimalisasi penggunaan lahan dengan sistem tumpangsari merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan.

Hasil analisis menunjukkan dengan tingkat harga yang berlaku di lokasi penelitian pada bulan Februari – Maret 2017, yakni untuk bibit JPK RP. 10.000,-, untk konsumsi RP. 7.000,-, untuk bibit JM RP. 18.000,-, untuk konsumsi Rp. 15.000,-, untuk bawang daun Rp. 10.500,-, dan kacang merah Rp. 12.000,- per kg.

Seluruh pola tanam yang ada menguntungkan dan layak diusahakan, akan tetap pola tanam tumpang sari JPK + bawang daun dan JM + bawang daun memberikan pendapatan paling tinggi, disamping dapat memberikan pendapatan kepada petani sebelum tanaman menghasilkan.

Selengkapnya download fulltext: perkebunan_Info-Tekbun-9-2-2017.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *