Perpustakaan Puslitbangbun Terapkan Transformasi Berbasis Inklusi dalam Pencarian Informasi Komoditas Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pustakawan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) mengikuti acara Temu Teknis Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Lingkup Kementerian Pertanian tanggal 12-15 Februari 2020 di Jakarta. Puslitbangbun diwakili oleh Erriani Kristiyaningsih, S.Sos.,MSi sebagai Pustakawan dalam acara temu teknis ini.

Temu teknis secara resmi dibuka oleh Kepala PUSTAKA Dr. Retno Sri Hartati Mulyandari. Dalam sambutannya, kepala PUSTAKA menghimbau kepada seluruh peserta agar dalam pengelolaan perpustakaan harus mampu mengakselerasai kebutuhan masyarakat pemakai jasa informasi dalam bidang pengetahuan pertanian baik digital maupun tercetak. “untuk mendukung transformasi informasi, Pustakawan/pengelola perpustakaan harus melakukan kolaborasi atau kerja sama dengan berbagai tim yang lain, diantaranya Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan, Universitas, UPTD lingkup setempat dan pihak lainnya guna mencapai sasaran dari peran perpustakaan khususnya dalam upaya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial”, Ujar Retno.

Pustakawan dan Pengelola perpustakaan di Puslitbangbun telah menerapkan transformasi perpustakaan pertanian berbasis inklusi sosial. Antara lain membantu pemustaka/pengunjung perpustakaan dalam mencari informasi tentang komoditas perkebunan yang akan diterapkan di wilayahnya masing-masing, dan memberikan data-data buku yang pemustaka cari, seperti cara menanam hingga budidaya tanaman perkebunan. Pustakawan Puslitbangbun akan meminta kontak person pengunjung guna memberikan informasi terbaru melalui whatsapp/email untuk mengirimkan file fullteksnya. Dengan kata lain secara sederhana Pustakawan Puslitbangbun sudah menerapkan transformasi perpustakaan pertanian berbasis inklusi sosial.

Diharapkan kedepannya, seluruh peserta Pustakawan lingkup Kementerian Pertanian sudah mulai menerapkan transformasi perpustakaan pertanian berbasis inklusi sosial.

Acara Temu Teknis ini menghadirkan para narasumber diantaranya: (1) Kepala Perpustakaan Nasional dengan materi “Akselerasi Transformasi Perpustakaan Pertanian Berbasis Inklusi Sosial” (2) Drs. Rudi Hernanda, motivator dengan materi “Peningkatan Soft Skill Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan” ; (3) Drs. Deni Kurniadi, M.Hum., Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, dengan judul materi “Pengembangan Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial” ; (4) Drs. Opong Sumiati, M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan dengan judul materi yang berikan tentang “Standar Pengelolaan Kepustakawanan Berbasis SKKNI” ; (5) Dr. Rico Bintari Pertamasari, M.Hum. materi berjudul “ Pengembangan Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial”; (6) Kabid Pengembangan Perpustakaan sekolah dan Perguruan Tinggi memberikan materi dengan judul “Standar Pengelolaan Perpustakaan Khusus Berbasis Inklusi Sosial”; (7“) Bagian Umum dan Tim TPJP memberikan materi tentang formasi jabatan fungsional pustakawan dan hasil e-Dupak yang sudah dikirim oleh para pustakawan pada bulan januari 2020 dan para pustakawan sudah dapat mengambil PAK nya pada acara Temu Teknis ini; (8) Tim IT PUSTAKA memberikan materi tentang “Pengantar dan installing migrasi data INLISLite” para peserta diskusi dan praktek langsung cara migrasi database dari program WINISIS, SLIM migrasi ke program INLISLite dengan berbasis localhost belum bisa dilaksanakan secara online, dan kedepannya INLISLite ini akan berbasis online harus bekerjasama dahulu dengan PUSDATIN Kementan.

Disamping presentasi materi oleh para narasumber di atas, para peserta juga mengikuti study tour ke Perpustakaan Kemendikbud dan Perpustakaan Nasional di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Para peserta sangat antusias pada saat studi tour mendapatkan ilmu-ilmu sangat bermanfaat yang belum diterapkan di perpustakaannya diantaranya penataan perpustakaan, sarana dan prasananya yang mendukung untuk kenyamanan para pengunjung perpustakaan. Kepala Perpustakaan Kemendikbud mengungkapkan bahwa perpustakaan harus mendapatkan tempat yang terhormat bagi lembaga/instansinya perpustakaan harus berada didepan karena perpustakaan merupakan sumbernya/gudangnya ilmu. (Tim web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *