Perakitan Varietas Lada Hibrida Tahan terhadap BPB

Artikel Lada Inovasi Lada Inovasi Teknologi

INOVASI PERKEBUNAN – Penelitian Perakitan Varietas Lada Hibrida Tahan Terhadap Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) terdiri dari dua Kegiatan yaitu (1) Seleksi lada hibrida terhadap penyakit BPB di daerah endemik ini dilaksanakan di Lampung Timur, pada bulan Januari sampai Desember 2009. (2) Penelitian uji adaptasi lada hibrida tahan penyakit busuk pangkal batang.

(1) Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang ditanam tahun 2004. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan perlakuan 20 nomor lada hibrida dan 2 varietas lada pembanding (Natar 1 dan Petaling 1), ditanam dengan tiga ulangan. Masing – masing plot terdiri dari 9 tanaman dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m, plot berukuran 2,5 m x 22,5 m.

(2) Penelitian uji adaptasi lada hibrida tahan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Phytophthora capsici, untuk mendapatkan lada hibrida yang tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang telah dilakukan sejak tahun 2005/2006 (tanam Desember 2005).

Pengujian dilakukan di tiga lokasi yaitu KP. Sukamulya (Jabar), KP. Cahaya Negeri (Lampung) dan KP. BPTP Babel (Bangka). Nomor-nomor yang diuji adalah 10 nomor lada hibrida (LH 4-5-5, LH 20-1, LH 22-1, LH 44-9, LH 6-2, LH N2 x BK (1), LH 37 –16, LH 36-31, LH 63-5, LH 51-2 dan 2 varietas pembanding (Petaling 1 dan Natar 1).

Pada tahun 2008 Penelitian di KP Sukamulya dan di KP Babel (Bangka) atas usul tim monev Puslitbang Perkebunan dan Balittri untuk dihentikan dan disarankan untuk ditanam ulang di Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan, 25 tanaman per petak dengan jarak tanam 2.5 x 2.5 m. Rancangan Percobaan pada penelitian yang di ulang di Lampung Timur dan Lampung Selatan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan, 25 tanaman per petak dengan jarak tanam 2.5 x 2.5 m.

Nomor-nomor yang diuji adalah 4 nomor lada hibrida (LH 4-5-5, LH 6-2, LH N2 x BK (1), dan LH 37 –16) dan satu varietas pembanding yaitu Natar1. Penanaman menggunakan tegakan hidup yaitu tanaman gamal. Pengamatan dilakukan terhadap karakter morfologi (tinggi tanaman, jumlah cabang primer, sekunder, panjang cabang primer, sekunder, jumlah daun/cabang primer, panjang, lebar, tebal daun dan diameter batang.

Hasil Penelitian

(1) hasil seleksi tingkat ketahanan nomor – nomor lada hibrida terhadap penyakit BPB sampai umur 5 tahun, bahwa lada hibrida LH 36 – 37; LH 51 – 1; LH 36 – 1 ; LH 37 – 16; LH 20 – 4 ; dan LH 24 – 1 (1) masih 100 % tahan terhadap penyakit BPB. Nomor lada hibrida tersebut dikatagorikan tahan terhadap penyakit BPB. Nomor – nomor lada hibrida tersebut mempunyai jumlah cabang pada 50 cm tinggi tajuk lebih banyak dari Natar 1 dan memiliki panjang buku yang relatif sama dengan pembanding Natar 1 dan Petaling 1. Lada Hibrida LH 36 – 1 dan LH 20 – 4 mempunyai tinggi tanaman dan tinggi tajuk tajuk lebih tinggi dari Natar 1, sedangkan panjang dan lebar daun pada lada hibrida 36 – 1 dan LH 24 – 1 (1) lebih lebar dan tinggi dai Natar 1 dan Petaling 1.

Produksi Lada hibrida pada buah panen pertama LH 20 – 4 ; LH LH 5 – 1 dan LH 37 – 16 masing – masing mencapai 1943,3 gr; 1730,7 gr; dan 1530 gr/pohon; panjang malai buah lada hibrida LH 20 – 4 dan LH 51 – 1 hampir sama dengan pembandingnya, untuk berat buah 1000 butir lada hibrida LH 51 – 1 lebih berat dari pembading Natar 1.

(2) dari pengamatan pada tanaman yang berumur 4 tahun menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman yang terbaik di KP. Cahaya Negeri adalah Petaling 1 dan Natar 1 masing – masing memiliki rata – rata tinggi tanaman 3,81 m dan 3,79 m sedangkan LH 4 – 5 – 5 dan LH 6 – 2 memiliki rata – rata tinggi tanaman 2,72 m dan 3, 58 m. LHN2 x BK(1) dan LH 37 – 16 memiliki rata – rata tinggi tanaman 2,96 m dan 2,99 m. Semua nomor lada hibrida yang diuji tahan terhadap penyakit BPB.

Produksi buah basah pada panen pertama LH 4 – 5 – 5; LH 6 – 2; LH N2 x BK (1) masing – masing memiliki 690 grm/pohon; 658,3 grm/pohon; 513,3 grm/pohon. Petaling 1 dan Natar 1 pada panen pertama mencapai produksi masing – masing 688 grm/pohon dan 586,7 grm/pohon. LH 36 – 31 pada panen pertama mencapai 1003,3 grm/pohon. Di Lampung Timur dan Lampung Selatan LH 4 – 5 – 5 ; LH N2 x BK(1); dan LH 37 – 16 memiliki rata – rata tinggi tanaman lebih tinggi dibanding rata – rata tinggi tanaman Natar 1 pada umur 9 bulan.

LH 36-37                         LH 51-1                         LH 36-1

LH 37-16                    LH 20-4                    LH 24-1(1)

Natar 1                                      Petaling 1

Gambar: Pertumbuhan nomor-nomor lada hibrida dan pembandingnya umur 5 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *