Pentingnya Pelatihan Bela Negara Untuk ASN Kementan

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Humas Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) mengikuti Pelatihan Bela Negara untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) pada tanggal 10-14 Februari 2020 di Ciawi Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan rasa cinta seorang ASN kepada Bangsa dan Negara, serta selalu berupaya menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dengan dasar Pancasila.

Kepala PPMKP, Ir. Heri Suliyanto, MBA dalam sambutannya saat membuka pelatihan menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari oleh adanya perubahan spektrum ancaman yang sangat multidimensi dan saling terkait. Selain itu ia juga menerangkan definisi dari bela negara yang tertuang dalam Undang-undang.
“Pada dasarnya bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara hal ini tertuang pada penjelasan pasal 9 ayat (1) huruf a undang undang nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara. Maka dari itu kita perlu menerapkan poin ini khususnya sebagai seorang ASN,” jelas Heri.

Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut berjumlah 53 orang dan terdiri dari masing-masing perwakilan Unit Kerja Eselon I Kementerian Pertanian. Selama lima hari Anjas Satria Pamungkas, S.Ikom., sebagai Humas Puslitbangbun bersama peserta lainnya mendapat materi mengenai nilai-nilai dasar Bela Negara yang belandaskan pada idelogi Bangsa Indonesia. Dalam materi tersebut seluruh peserta diberikan arahan tentang bagaimana implementasi seorang ASN membela negara, diantaranya ialah dengan bekerja penuh integritas, tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi/individu maupun golongan tertentu.

Materi lainnya yang diperoleh peserta ialah konsepsi kebangsaan terkait dengan program utama Kementerian Pertanian, antara lain Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI), Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah Dan Daya Saing Perkebunan (GRASIDA), Gerakan Tiga Kali Ekspor (GRATIEKS), dan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN). Dari materi ini peserta dapat memahami bahwa seluruh program Kementerian Pertanian memiliki nilai konsepsi kebangsaan yang kuat, yaitu nilai Wawasan Nusantara berlandaskan pengetahuan tentang bangsa yang kaya akan sumber daya alam, Ketahanan Nasional berlandaskan upaya menjaga keutuhan bangsa khususnya sektor pertanian, Kewaspadaan Nasional yang didasari antisipasi terhadap segala bentuk ancaman pertanian serta Politik Luar Negeri Bebas Aktif yang mengutamakan hubungan baik antar negara untuk mendukung kegiatan ekspor.

PPMKP juga bekerja sama dengan Instansi Komando Resor Militer Bogor untuk membina para peserta agar tetap disiplin waktu dalam setiap kegiatan yang merupakan kunci upaya Bela Negara dari seorang ASN. Selain itu pada tanggal 12 Februari 2020, para peserta diajak mengunjungi monumen pancasila sakti atau yang lebih dikenal museum lubang buaya. Kunjungan tersebut dalam rangka mempelajari bagaimana sejarah mengenai peristiwa kekejian Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berusaha mengubah ideologi Pancasila.

Para peserta khususnya Humas Puslitbangbun mendapat banyak pelajaran pada rangkaian kegiatan pelatihan tersebut. Diharapkan kedepannya, seluruh peserta yang telah lulus dapat menularkan semangat bela negaranya kepada seluruh rekan di instansinya masing-masing. (Tim web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *