Pendampingan Para Petani Lampung Selatan Ke KP Cicurug, Balittro

Aktifitas Puslitbangbun

Sukabumi, 21 Juli 2016. Kebun Percobaan (KP) Cicurug merupakan salah satu Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan obat (Balittro) yang mengoleksi Tanaman Pala. KP. Cicurug yang berlokasi di Cicurug, Sukabumi mendapat kunjungan dari Petani Lampung Selatan di bawah Koordinasi Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan. Adapun agenda dari kunjungan lapang tersebut adalah “Bimbingan Teknis  Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Buah Pala Skala Home Industry

Kunjungan Lapang Para Petani Lampung Selatan ini diterima oleh Kepala Kebun Percobaan Cicurug Mardiana dan Narasumber Ir. Ana Bagem Sembiring.

Foto: Acara Pembukaan Pendampingan Petani Lampung Selatan di Kebun Percobaan Cicurug Balittro, Sukabumi (21/7/16)

Dalam sambutannya Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan, Ir. Abian Kado selaku ketua rombongan menyampaikan bahwa kunjungan lapang saat ini membawa sebanyak 30 orang petani dari 3 kecamatan di Kab. Lampung Selatan. Kegiatan ini ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas wawasan dan pengetahuan para Petani dalam penanganan pasca panen dan pengolahan buah pala skala home industry. Beliau berharap kunjungan lapang ke KP Cicurug ini dapat memberikan pembekalan materi budidaya dan Demo praktek Buah Pala, sehingga dapat diterapkan oleh para petani di Lampung Selatan.

Dalam paparannya, Ana Bagem Sembiring selaku peneliti obat di Balittro, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan penghasil pala terbesar di dunia. Pala merupakan salah satu jenis rempah (biji dan fuli). Bagian yang dimanfaatkan sebagai rempah adalah biji (20%), sedangkan daging buah dianggap sebagai limbah (80%).  Manfaat lain biji pala : kosmetik, obat (mual, sakit kepala, susah tidur, dll).

Cara Pemanenan Buah Pala diantaranya 1) buah pala dapat di panen setelah tanaman berumur 3-5 tahun kadar minyak biji pala tinggi (optimal; 2) Ciri-ciri siap dipanen buah sudah merekah/senyum; 3) Menggunakan galah atau langsung memanjat pohon dan memetik buah yang sudah tua (warna kulit kecoklatan), imbuh Ana.

Adapun penanganan Buah pala dapat dilakukan dengan cara : 1) Buah pala yang sudah dipetik langsung ditangani dengan cara biji dan daging buah langsung dipisahkan dengan cara membelah daging buah; 2) Biji pala dengan fuli langsung dipisahkan; 3) Buah pala terdiri dari daging buah 77,8%, full 4%, tempurung 5,1% dan biji 13,1 %. Sedangkan pengolahan biji Pala diantaranya 1) Menjadi Minyak atsiri (penyulingan) 2-15% (rata-rata 12%) dan lemak 24-40% dari berat biji; 2) Oleoresin (ekstraksi); 3) Fuli (selaput jala yang membungkus biji pala), kadar minyaknya 7-18% (rata-rata 11%). Minyak dan Oleoresin bermanfaat untuk industry makanan, minuman, farmasi, kosmetik seperti : penyedap masakan, minuman, balsam, sabun, dll. Limbah (hasil penyulingan dan ekstraksi) bermanfaat untuk pakan, kompos, Sedangkan Tempurungnya bermanfaat untuk arang aktif (industry kimia), kadar minyak 0,01%, ujar Ana.

Dalam paparannya, Ana menyampaikan bahwa pengolahan limbah pala yang dapat dilakukan diantaranya: 1) Daun pala disuling menghasilkan kadar minyak 1,5%; 2) Daging buah dapat dibuat manisan  (basah, kering), sirup, selai, abon, dodol, permen; 3) Kulit buah dapat dibuat menjadi pectin, manisan parut, tepung, pengharum Spa (aromaterapi). Peranan SOP budidaya untuk menjadikan bahan baku menjadi lebih bermutu dari sumber bahan tanaman merupakan aspek penting, karena kualitas bahan baku tanaman dipengaruhi oleh faktor internal genetik dan eksternal (lingkungan, budidaya, cara panen, proses pasca panen).

Rangkaian kegiatan Pendampingan  setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan Demo pembuatan manisan, sirup dan dodol buah pala, serta diakhiri dengan kunjungan lapang ke Kebun Pala di KP. Cicurug.

Foto : Demo Pengolahan Buah Pala oleh narasumber Ir. Ana Bagem Sembiring.

 

Liputan : Efiana, Balittro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *