Pembelajaran Budidaya Kopi dan Ternak Sapi di LLIP Pagaralam

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bekerjasama dengan Pemkota Pagaralam melaksanakan kegiatan pembelajaran budidaya kopi dan sapi dalam bentuk Laboratorium Lapang Inovasi Pertanian (LLIP). Kegiatan pembelajaran bersama penyuluh, petani dan peternak tentang budidaya kopi dan ternak sapi di Gunung Agung Pauh, Desa Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Pagaralam (4-5 Agt’15).

Kegiatan ini diikuti oleh 20 petani dari kelompok tani Lawangan Dempo dan Agro Dempo serta 4 orang penyuluh. Selain itu, juga dihadiri oleh Petugas dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan Dinas Peternakan Kota Pagaralam.

Materi pembelajaran budidaya kopi disampaikan oleh Peneliti Balitbangtan yang diwakili peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) berupa pengenalan klon/varietas unggul anjuran kopi robusta, arabika dan liberika, metode perbanyakan kopi robusta dan arabika, pengenalan jenis-jenis tanaman penaung (penaung sementara dan tetap)  yang sesuai untuk kopi, persiapan lahan, penanaman kopi, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit utama kopi, panen dan pasca panen.

Praktek budidaya kopi dilaksanakan di lokasi pembibitan kopi dengan materi Perbanyakan kopi secara setek berakar.  Materi praktek terdiri dari : (1) pembuatan bedengan dan penaung, (2) Pengisian media tanam pada bedengan, (3) pembuatan sungkup,   (4) pengambilan entres, (5) pembuatan setek, (6) penanaman setek, (7) pemeliharaan dan (8) pemindahan setek berakar pada polibag.

Dari hasil tes awal (sebelum pemberian materi),  60% petani menjawab dengan benar pertanyaan yang diberikan. Hal ini  menunjukkan bahwa petani peserta pembelajaran budidaya kopi sebanyak 60% sudah mengenal budidaya kopi yang sesuai dengan anjuran. Walaupun umumnya  perserta sudah cukup lama (diatas lima tahun) mengusahakan tanaman kopi, namun teknologi budidaya yang diterapkan belum sepenuhnya mengikuti yang sesuai dengan anjuran, seperti perbanyakan dan penanaman kopi.

Sementara itu materi tentang ternak sapi disampaikan oleh peneliti Balitbangtan yang diwakili peneliti dari Loka Penelitian SapiPotong (Lolit Sapi) tentang jenis sapi, perbanyakan sapi, kandang sapi, pakan sapi (pemanfaatan tanaman penaung, limbah kulit buah dan cangkang kopi), pemanfaatan urine untuk zat perangsang tumbuh, kotoran untuk pupuk organik.Dalam kesempatan kegiatan ini juga dilakukan konsultasi dan koordinasi Balitbangtan dengan Dinas kehutanan dan perkebunan, Dinas peternakan dan Dinas tanaman pangan dan hortikultur kota Pagaralam.

Secara umum peserta sangat antusias mengikuti pembelajaran budidaya kopi, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan tentang budidaya kopi oleh peserta dan tetap hadir (100%) sampai materi selesai disampaikan.  Begitu juga kehadiran petugas dari dinas yang terkait menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini.

Peserta Pembelajaran Budidaya Kopi dan Ternak Sapi di LLIP Pagaralam (kiri), Koordinasi LLIP balitbangtan-dishutbun-disnak-dinas tananam pangan dan hortikultura kota Pagaralam (kanan).

Praktek Budidaya Kopi (Pembibitan dan Stek Berakar) di LLIP Pagaralam.

 

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *