NUANSA BARU WORKSHOP Diseminasi Inovasi Teknologi Puslitbangbun

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN —

Dalam rangka mengakselerasi diseminasi teknologi dan inovasi pertanian serta tindak lanjut kerjasama litbang perkebunan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) menyelenggarakaan workshop dengan tema “Strategi Penciptaan Produk Inovatif Berdaya Saing Tinggi pada Pasar Lokal dan Global” di Gedung Display Puslitbangbun, Bogor, Jumat, (13/12/2019). Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Puslitbangbun Ir. Syafaruddin, Ph.D.

Syafaruddin dalam sambutannya mengatakan bahwa workshop ini merupakan bagian dari tindaklanjut kerjasama. “Kerjasama tidak hanya di atas paper, jalinan kerjasama ini harus diimplikasikan, harus didiseminasikan, harus ada tindak lanjut yang nyata. Kemaren Puslitbangbun dengan Unpad dan beberapa Universitas juga sudah beberapa kali melaksanakan kuliah umum, ini merupakan salah satu cara kolaborasi”, ujar Syafaruddin.

Lebih lanjut dalam sambutannya mengatakan bahwa Kolaborasi tidak hanya MoU, selebrasi, tanda tangan, tetapi harus ada tindak lanjut dari MoU itu sendiri. Sesuai kebijakan Kementerian Pertanian bahwa kedepan tidak akan ada lagi MoU yang tidak ada tindak lanjutnya. Ini sebagai salah satu cara kami mencapai IKU dengan mengaplikasikan, mendiseminasikan semua hasil dari MoU yang ditandatangani bersama. Tadinya kami mengajak semua mitra kerjasama Puslitbangbun, namun karena di akhir tahun semua pada sibuk. Karena ini merupakan agenda akhir tahun, maka acara workshop harus tetap dilaksanakan. Semoga dengan hadirnya dua narsum yang profesional ini, dimana satunya “enterpreuneur” tidak asing lagi yaitu Anggoro Santoso yang sudah mendunia. Kepada peserta diharapkan dapat bertanya sebanyak mungkin kepada kedua narasumber tersebut.

Sebelumnya Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D., selaku Kabid KSPHP Puslitbangbun dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini beranjak dari himbauan Menteri Pertanian dalam setiap kesempatan untuk tingkatkan volume dan nilai ekspor yang tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan devisa negara. Pertanyaannya, apakah produk-produk yang sudah dihasilkan sudah memenuhi standar kebutuhan pasar lokal maupun global. Maka dari itu dalam workshop ini dihadirkan narasumber dari luar Balitbangtan yaitu dari pelaku Usaha, ujar Jelfina.

Jelfina dalam laporannya mengatakan bahwa Puslitbangbun dengan tusi-nya menghasilkan inovasi teknologi perkebunan. Kita sebagai peneliti juga dihimbau untuk menjadi “enterpreuneur”. Pelaksanaan workshop kali ini agak berbeda dari biasanya, bukan karena pak Kapus senang musik, tapi ingin membuat agar suasana workshop bisa hidup yakni ada “live” musiknya. Penyanyi dari Puslitbangbun sendiri, bukan dari luar, tambah Jelfina.

Acara Workshop menghadirkan dua pembicara dari kalangan pengusaha yakni Anggoro Santoso selaku enterpreuneur PT. London Sumatra Indonesia Tbk dengan topik “Produk Inovatif Berdaya Saing Tinggi pada Pasar Lokal dan Global, serta Teknik Display Produk Kreatif”. Sedangkan H. Asep Jembar Mulyana dari PT. TOM Cococh Indonesia dengan topik “Industri Briket Arang Tempurung Kelapa sebagai Industri Masa Depan”. Adapun moderator yang memandu kedua narasumber ini adalah Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D., Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Puslitbangbun.

Anggoro Santoso sebagai “enterpreuneur” dari PT. London Sumatra Indonesia Tbk dalam paparannya mengatakan bahwa produk, kemasan dan display merupakan bagian marketing dan advertising. Yang terpenting adalah penciptaan produk dan desain produk, kemasan dan display harus mempertimbangkan target audiens dan segmentasi pasar, ujar Anggoro.

Sementara Asep Jembar Mulyana dari PT. TOM Cococh Indonesia mengatakan bahwa kelapa adalah merupakan produk penyelamat alam, produk penyelamat lingkungan. Arang tempurung kelapa adalah sumber energi alternatif yang paling ramah lingkungan, ujarnya.

Workshop dihadiri oleh mitra kerjasama Puslitbangbun antara lain Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP), Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Dinas Perkebunan Garut, serta pejabat struktural dan fungsional dari Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UK/UPT) lingkup Balitbangtan di Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Sukamandi.

Pelaksanaan workshop dengan nuansa baru ini mendapat apresiasi dari Kepala Puslitbangbun dan peserta undangan. Syafaruddin mengatakan, “pertama kali workshop ada live musik, ada penyanyinya, keren” ujarnya. Selama ini kita workshop hanya duduk, mendengarkan narasumber, tanpa ada selingan. Baru kali ini dalam workshop ada selingan, imbuhnya. Dan hebatnya, penyanyinya dari Puslitbangbun sendiri yaitu Anjas Satria Pamungkas, “Hebat Anjas, tidak salah Juara”, kata Syafaruddin disambut tepuh tangan peserta workshop. Apresiasi juga disampaikan kepada kedua narasumber yang sudah sangat komprehensif sekali menyampaikan materinya. Kepada Ibu Jelfina sebagai penyelenggara workshop yang telah memberikan nuansa baru dalam workshop ini juga mendapat apresiasi dari Syafaruddin.

Dekan FTIP Unpad, Dr. Ir. Edy Suryadi, MT., menyatakan sangat bersyukur telah diundang oleh Puslitbangbun, karena memberikan banyak informasi tekait diseminasi, perkembangan inovasi teknologi yang sudah diterapkan. Disamping itu juga bisa memberikan umpan balik terkait kegiatan riset bagi dosen dan mahasiswa, yang tentunya akan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Ni Made Vina Citanirmala, STP., MP., Kasie Pendayagunaan Hasil Penelitian, Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian menyatakan workshop ini sangat menarik. apalagi ada nuansa baru, ada musik. Mendapatkan pengetahuan baru untuk mencipatakan Instagramable di Gerai Pasca Panen dengan kemasan menarik, yang bisa meningkatkan nilai tambah. Paparan dari Pak Anggoro menimbulkan inspirasi dengan pojok instagramable-nya. Mudah-mudahan BB Pasca Panen bisa membuatnya.nya.

Workshop ini juga diramaikan dengan suguhan produk teh “Kahuripan” dengan minuman teh angat yang dibagikan kepada peserta. Suguhan kopi “Papandayan” dari kelompok tani kopi dari Kabupaten Garut.

Semoga kejayaan pertanian Indonesia tidak hanya mimpi, namun akan menjadi kenyataan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Jayalah Perkebunan Indonesia…..

Liputan: Bursatriannyo
Editor : Jelfina C. Alouw dan Saefudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *