Serangan Chilo sp di Tebu Muda

Mengenal Chilo sp, Hama yang Patut Diwaspadai di Awal Pertumbuhan Tebu

Artikel Tebu Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Serangan hama di awal pertumbuhan tebu sering kali diabaikan oleh petani. Padahal jika tidak segera ditangani, serangan tersebut berpotensi menurunkan produktivitas dan produksi tebu secara nyata. 

Di India, bahkan ada kasus serangan Chilo infuscatellus yang menyebabkan mati puser pada tebu muda hingga 65% dan menurunkan jumlah tebu giling hingga 70%. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika petani mengenali hama apa saja yang sering menyerang di awal pertumbuhan tebu sehingga mudah mengambil tindakan saat diperlukan.

Di Indonesia, beberapa hama yang biasa menyerang adalah C. infuscatellus, C. auricilius, dan C. sacchariphagus yang termasuk jenis penggerek. Hama ini dapat memutus pangkal pelepah daun muda sehingga suplai air dan hara terhenti. Akibatnya, tanaman bisa mati puser atau mati pupus.

Saat tanaman mati, akan terbentuk celah kosong dalam barisan tebu. Terutama jika varietas tebu yang digunakan memang memiliki sedikit anakan seperti TLH 1, TLH 2, TLH 3, dan Uthong 3. Selain itu, sedikitnya anakan ini juga bisa disebabkan oleh terbatasnya nutrisi dan air.

Menurut Miatun dan Haning dari Balittas, hama genus Chilo ini dapat dikenali dari pola bercak atau garis memanjang pada tubuhnya.C. sacchariphagus memiliki dua baris garis, sedangkan C. infuscatellus dan C. auricilius memiliki tiga garis memanjang. 

Perbedaan antara C. infuscatellus dan C. auricilius terletak pada kroket tungkai palsunya, di mana C. infuscatellus memiliki kroket yang tidak penuh melingkar, sementara kroket C. auricilius melingkar sempurna.

Chilo sp dan penggerek lain seperti Scirpophaga excerptalis dan Tetramoera schistaceana dapat dikendalikan dengan sanitasi terhadap tanaman yang terserang, rotasi tanaman, serta penggunaan tanaman mulsa dan bibit unggul. Selain itu, pengembangan varietas tahan, pemasangan lampu perangkap, dan penggunaan agens hayati seperti parasitoid Trichogramma, Apanteles flavipes, serta Sturmiopsis inferens juga dapat membantu.

Untuk menekan kerugian akibat kematian tanaman, petani dapat menggunakan varietas tebu yang mampu menghasilkan banyak anakan, juga memastikan kebutuhan nutrisi dan air agar pertumbuhan tanaman optimal. (Nurul/Tim Web)

Ingin tahu selengkapnya tentang hama penggerek yang sering menyerang tebu di awal pertumbuhannya? Simak info lengkapnya dalam tautan berikut: Hama Penggerek pada Masa Awal Pertumbuhan Tebu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *