Memacu Kinerja Pelayanan dan Teknologi Perkebunan Melalui Reformasi Birokrasi

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Untuk menciptakan Birokrasi Pemerintahan yang profesional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan bersama Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis di bawahnya termasuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) berupaya membentuk budaya kerja dalam meningkatkan kinerja Balitbangtan. Kesungguhan dan komitmen Balitbangtan untuk mencapai kinerja baik, dan berintegritas, pada Selasa, 2 Juni 2020 diselengggarakan Deklarasi Agen Penggerak Perubahan di Agricultural War Room BBSDLP Balitbangtan, Jalan Tentara Pelajar, Bogor.

Penandatanganan dan Deklarasi Agen Perubahan dibuka oleh Ir. Syafaruddin, Ph.D. (Plt. Sekretaris Balitbangtan sekaligus Kepala Puslitbang Perkebunan). Turut hadir dan menyaksikan deklarasi antara lain : Dr. Prayudi Syamsuri, SP. M.Si. (Kepala BB Pasca Panen), Ir. Mastur, M.Si., Ph.D. (Kepala BB. Biogen), Husnain, SP, MP, M.Sc, Ph.D (Kepala BBSDLP), Dr. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si (Kepala BBP2TP), serta diikuti oleh 21 peserta deklarasi UK/ UPT lingkup Balitbangtan.

Plt. Sekretaris Balitbangtan yang mewakili Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si (Kepala Balitbangtan) yang berhalangan hadir menyampaikan tantangan-tantangan yang cukup besar harus dilalui agen perubahan yang dilantik pada hari ini. Balitbangtan percaya pada wakil dari masing-masing Satker yang dipilih dapat memberikan contoh, menjadi mesin pengerak, merubah kebiasaan membenarkan yang biasa, menjadi membiasakan berperilaku, berkata, bekerja, bersikap yang benar, serta bisa menjadi role model yang berintegritas, jujur, loyal, berkinerja tinggi serta mampu memberikan perubahan kearah yang lebih baik bagi ASN lainnya, ujarnya.

Syafaruddin berharap setiap agen perubahan harus menghindari nepotisme, korupsi dan lain-lain, serta dapat menyederhanakan birokrasi yang panjang dan memerlukan waktu lama. Beliau juga menugaskan agen perubahan reformasi birokrasi, harus dapat bekerja dengan optimal sesuai tugas-tugas yang diamanatkan dan dapat melaporkan hasil kerja ke pimpinan masing-masing. Setiap agen perubahan harus mampu menunjukkan performa/kinerjanya. Tidak hanya itu, dalam berbagai kesempatan ASN Balitbangtan juga harus lincah, sederhana, adaptif dan inovatif, serta mampu bekerja secara efektif dan efisien, tanpa kecuali dalam mewujudkan Visi Indonesia Maju. Selamat bertugas dan mari kita jadikan budaya reformasi ke arah yang lebih baik dalam segala hal yang tiada henti di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, tegas Syafaruddin mengakhiri sambutannya.

Peran agen perubahan reformasi birokrasi pada Balitbangtan khusus di Puslitbang Perkebunan menjadi sangat penting dalam menggerakkan proses reformasi birokrasi pada 8 (delapan) area perubahan. Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Reformasi Birokrasi adalah terciptanya pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan kapabel, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, profesional, serta bersih dari praktek Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN). Kecepatan melayani serta birokrasi akuntabel, efektif dan efisien menjadi kunci terwujudnya Reformasi Birokrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *