Kurangi Ketergantungan Impor, Puslitbang Perkebunan Jalin Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Tebu dengan PT RMI

Aktifitas Puslitbangbun Highlight Inovasi Lada

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Peningkatan produktivitas tebu dapat dilakukan untuk menekan impor gula. Saat ini, harga gula lokal tiga kali lebih mahal dibandingkan harga gula di pasar Internasional. Tingginya harga gula lokal mengindikasikan adanya permintaan yang tidak tercukupi suplai. United States Department of Agriculture (USDA) memprediksi bahwa kebutuhan gula Indonesia akan mencapai 6,8 juta ton di tahun 2020. Sementara itu, produksi gula dalam negeri di tahun 2019/2020 hanya mencapai sekitar 2,1 juta ton.

Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), produktivitas perkebunan tebu di Indonesia hanya mencapai 52,2 ton per hektare. Salah upaya untuk mengurangi ketergantungan impor adalah dengan meningkatkan produksi dan produktivitas tebu Nasional melalui penciptaan dan pengembangan varietas unggul baru selain upaya perluasan areal tanam menjadi sangat penting terutama di luar wilayah jawa.

Menyikapi situasi pergulaan dan upaya meningkatkan produksi Nasional, Puslitbang Perkebunan terus berupaya melakukan inovasi teknologi terutama dalam menghasilkan varietas sunggul baru (VUB) melalui program dan kegiatan riset. Sebelumnya Puslitbang Perkebunan telah merilis 4 varietas baru yaitu empat varietas unggul tebu yaitu AAS Agribun, AMS Agribun, ASA Agribun dan CMG Agribun.

Puslitbang Perkebunan pun terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan penelitian dan pengembangan tebu, salah satunya dengan PT Rejoso Manis Indo (RMI). Kerja sama ini secara resmi diawali dengan penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama, Rabu (23/06/2021).

Penandatanganan dilakukan secara online dan dibuka dengan sambutan Wakil Direktur Utama PT RMI, Ir. Syukur Iwantoro, MM. Dalam sambutannya, Syukur memberikan apresiasi terhadap kinerja Puslitbang Perkebunan karena telah menghasilkan inovasi teknologi tebu di tengah upaya pemerintah mendorong target produksi. Upaya tersebut tidak mungkin terlaksana tanpa adanya sinergi berbagai pihak, terutama PT RMI dengan Puslitbang Perkebunan. “Untuk itu, diperlukan kerja sama dalam upaya akselerasi capaian produksi gula Nasional,” tegasnya.

Kepala Puslitbang Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D. antusias menyambut kerja sama ini. Seluruh Kepala Balai lingkup Puslitbang Perkebunan bahkan turut diundang untuk hadir secara online. “Kami dengan senang hati akan memberikan diseminasi kami terkait inovasi yang telah dihasilkan Puslitbang Perkebunan dan Balittas untuk tebu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balittas Dr. Andy Wijanarko, S.P., M.Si. pun menyatakan kesanggupannya untuk menindaklanjuti kerja sama di lapang. “Kegiatan RPIK kami di Blitar sudah mulai jalan, tanggal 14 Juni kami sudah mengadakan bimtek yang pertama, di mana pihak PT RMI juga hadir untuk sosialisasi. Di RPIK ini kami mengadakan kegiatan di 50 ha (area), 35 ha adalah rawat ratun dan 15 ha bongkar ratun,” jelas Andy.

Dari pihak PT RMI, penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bobby Stephanus Laluyan dan Kepala Puslitbang Perkebunan oleh Ir. Syafaruddin, Ph.D didampingi Koordinator Program dan Evaluasi, Koordinator Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian, Kepala Bagian Tata Usaha dan pejabat struktural lingkup Puslitbang Perkebunan serta peneliti.

Perjanjian Kerja Sama ini memiliki ruang lingkup: (a) Penelitian dan pengembangan tebu yang meliputi kegiatan penelitian pemuliaan (perakitan varietas), agronomi, hama dan penyakit; (b) Pengelolaan dan pemanfaatan plasma nutfah dan sumberdaya genetik tebu; (c) Penyediaan benih tebu varietas unggul baru yang merupakan varietas terbaik; (d) Pengembangan data base tebu, pertukaran dan pemanfaatan data dan informasi; (e) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan Sumber Daya Manusia dalam kultur jaringan, bioteknologi, dan Hama Penyakit Tanaman tebu; (e) Pelepasan varietas unggul baru; (f) Penggunaan sarana prasarana penelitian dan pengembangan; dan (g) Penyusunan dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan publikasi ilmiah dilakukan oleh kedua belah pihak.

Penandatanganan ini merupakan kerja sama ke-4 yang dilakukan selama awal semester 2021. Sebelumnya, Puslitbang Perkebunan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kabupaten Lampung Tengah, PT CME, dan Fakultas Bioteknologi Universitas Trilogi. Semoga dengan perluasan kerja sama tersebut, proses diseminasi dan percepatan pembangunan di sektor perkebunan semakin berkembang dan maju. (Sae/Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *