Kopi Arabika Varietas Andungsari 1

Varietas Varietas Kopi

VARIETAS UNGGUL PERKEBUNAN – Tipe pertumbuhan katai, apabila dibandingkan dengan varietas Kartika, diameter tajuk Andungsari 1 lebih lebar. Dengan sistem pangkasan batang tunggal, diameter tajuk untuk penanaman di ketinggian > 1000 m dpl  + 170 cm. Tinggi tanaman juga lebih tinggi daripada varietas Kartika. Pada saat berbuah pertama, penanaman di ketinggian > 1000 m dpl tinggi tanaman + 121 cm. Percabangan mendatar, tegak lurus batang utama, agak lentur, panjang cabang primer 38,9 cm, panjang ruas produktif 6,2 cm.

Daun berbentuk oval agak memanjang, ujung meruncing dengan ukuran daun lebih besar daripada Kartika 1 dzn Kartika 2. Helaian daun agak tipis dan lemas dengan tepi daun bergelombang tegas. Arah duduk daun pada ranting tegak ke atas. Warna daun tua hijau tua gelap, sedangkan daun muda berwarna hijau muda. Ciri – ciri tersebut merupakan kunci pembeda antara varietas Andungsari 1 dengan Kartika.

Bunga, jumlah bunga per ruas 7 – 18, jumlah dompolan bunga per cabang 8 – 13. Jumlah ruas produktif per cabang + 11, jumlah buah per ruas 10 – 16 dan berat 100 buah masak merah segar 114 gram. Buah muda berwarna hijau, buah masak berwarna merah hati, buah bebentuk bulat memanjang, diskus kecil tanpa perhiasan buah.

Biji berukuran agak kecil, berbentuk oval, berat 100 butir biji kopi pasar 16,4 gram nisbah biji –  buah 14,9, biji normal 80 %, biji gajah 2%, biji bulat 6 %, biji triase 7 % dan biji hampa 5%. Daya hasil (potensi produksi) 3,0 ton untuk populasi 2500 pohon/ha, tetapi produktivitas rata-rata selama 5 tahun menghasilkan 2,5 ton kopi pasar.

Citarasa baik

Ketahanan terhadap karat daun : agak tahan untuk penanaman di ketinggian > 1000 m dpl dan agak rentan untuk penanaman < 900 m dpl.

Ketahanan terhadap nematoda parasit : nematoda Pratylenchus spp. Dan R. Similis : rentan).

Ketahanan terhadap kondisi lahan marginal kurang tahan.

Daerah adaptasi : dapat ditanam mulai ketinggian tempat > 1000 m dpl, tipe iklim A, B, C atau D (menurut klasifikasi Schmidt & Fergusson).

Sumber : BALITTRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *