Koordinasi dan Sinergi untuk Mengakselerasi Pencapain Target Output PPID Puslitbangbun dan Balittri

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Tantangan sektor pertanian ke depan tidak hanya dihadapkan pada tingkat permintaan domestik dan dunia terhadap konsumsi pangan namun pada saat yang bersamaan sektor pertanian dituntut untuk memenuhi kesinambungan dari produksi, kesejahteraan petani dan peningkatan devisa negara serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pergerakan ketiga aspek tersebut harus didukung oleh kuatnya sistem kelembagaan pertanian yang di dalamnya meliputi eksistensi riset dengan berbagai outputnya yang bermanfaat bagi masyarakat dan kinerja lembaga maksimal dalam menggulirkan program dan kegiatan startegis.

Tuntutan dan peran sektor pertanian khususnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan selain harus memaksimalkan kegiatan riset komoditas perkebunan yang menghasilkan teknologi tinggi juga dituntut mampu mengembangkan secara luas ke masyarakat melalui proses diseminasi. Salah satu pendekatan efektif dan cepat yaitu memaksimalkan peran dari media informasi dan teknologi melalui media sosial (medsos). Jangkauan dan dampak penggunaan medsos sangat luas dalam menyebarkan informasi, kegiatan riset dan teknologi yang dihasilkan. Untuk itu peran dari bidang pendayagunaan hasil penelitian sangat strategis dalam hal tersebut di saat ini dan di masa mendatang.

Selain tuntutan memaksimalkan kegiatan media sosial dalam mendukung diseminasi teknologi dan kegiatan, peran yang tidak kalah pentingnya adalah aspek penanganan terhadap pejabat pengelolaan informasi dan dokumentasi (PPID) sebagai konsekuensi dari fungsi lembaga pelayan publik. PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Keterbukaan Informasi Publik telah dicanangkan pemerintah dengan tujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab (good govermance) melalui penerapan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi dan supremasi hukum serta melibatkan partisipasi masyarakat dalam setiap proses kebijakan publik. Informasi itu sendiri merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya sehingga keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya. Pengelolaan informasi dan dokumentasi harus disampaikan secara berkala yang memuat tugas dan fungsi dari lembaga serta memberikan manfaat langsung dan tidak kepada masyarakat atau pengguna. Untuk itu PPID harus dikelola secara profesional dan mampu memberikan kepada masyarakat secera reguler dengan dukungan informasi dan dokumentasi yang cepat, efektif dan mudah difahami/dimanfaatkan untuk kemajuan sektor pertanian.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah produktivitas dari riset yang dihasilkan oleh lembaga penelitian yang memiliki kemnafaatkan teknis dan nilai ekonomi dalam menunjang percepatan dan kemajuan pembangunan. Untuk itu setiap lembaga riset tidak hanya dituntut menghasilkan teknologi berdaya guna tinggi, namun harus bisa menjaga eksistensi, keberlanjutan dan mampu menjawab tututan serta permasalahan dimasa mendatang. Selain hal tersebut, keberadaan lembaga riset harus mampu berkontribusi nyata dan memiliki kinerja tinggi (produktif). Status Pusat Unggulan Iptek (PUI) merupakan sarana yang harus dimiliki oleh lembaga riset terutama Lingkup Puslitbang Perkebunan dalam upaya memacu dan mengembangankan riset dan hasil-hasilnya dimasa mendatang.

Dalam upaya hal tersebut diatas Bidang KSPHP Puslitbangbun melakukan kunjungan kerja sekaligus melakukan sharing, koordinasi dan diskusi ke Balittri (8/03/2018). Pada kunjungan tesebut Kepala Bidang KSPHP Dr. Jelfina C Alouw di dampingi oleh Kasubid PHP Sudarsono, SE dan KSP Dr. Saefudin serta seluruh staf. Kunjungan tersebut memiliki agenda yaitu: (1) Kiat-kiat Balittri dlm pengelolaan PPID dan Medsos, (2) Brief info tentang Program kerja KSPHP 2018 dan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) (3) Kunjungan unit perbenihan komoditas kopi, karet dan kakao APBN P 2017.

Pada kunjungan tersebut Kepala Balittri Ir. Syafaruddin, PhD yang diwakili Kasie Yantek/Jaslit Dr. Samsudin menyampaikan apresiasi terhadap Bidang KSPHP Puslitbang Perkebunan terutama bidang PHP yang telah melakukan pendampingan dan arahan terhadap pengelolaan informasi dan dokumentasi hingga mendapatkan status PPID terbaik se lingkup Kementan terutama dalam pengelolaan informasi berbasis medsos. Hasil tersebut dicapai dengan kerja keras tim yang solid dan tidak kenal lelah serta dukungan pimpinan yang maksimal, tegas Dr. Syamsuddin.

Dalam kesempatan diskusi dan kunjungan tersebut Dr. Jelfina C. Alouw mengajak seluruh jajaran KSPHP Puslit dan pengelola PPID Balittri untuk memaksimalkan tugas dan fungsi yang telah dimandatkan oleh institusi dan pimpinan. Hal ini sangat penting karena saat ini sektor perkebunan tidak hanya dituntut untuk memaksimalkan kinerja dalam bidang riset, namun juga mendapatkan tuntutan masyarakat dan stake holder untuk menyampaikan hasil-hasil riset secara cepat agar berbagai pihak mendapatkan kemanfaatan nyata Puslitbang Perkebunan. Selain itu, Dr. Jelfina C Alouw juga mengapresiasi terhadap kinerja baik dari tim PPID Balittri yang telah mendapatkan penghargaan terbaik dari Kementerian Pertanian dalam hal pengelolaan dan penyajian informasi dan dokumentasi. Beliau berharap, Balai-Balai Penelitian yang lain harus mampu dan bisa meraih prestasi yang disandang oleh Balittri dimasa mendatang.

Demikian halnya dengan rencana Balittri untuk menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) 2018 harus dipersiapkan dengan baik dan cepat dengan dukungan tim yang solid serta mendapatkan dukungan yang kuat dari kepala balai. Dukemen-dokumen penunjang sebagai syarat mutlak PUI harus dipersiapkan sejak sekarang, agar dapat memenuhi syarat dan beliau berharap Balittri langsung bisa ditetapkan sebagai PUI di tahun 2018 ini, semoga. (Sae/08/03/2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *