Kolaborasi dengan IPB, Puslitbang Perkebunan Sukses Gelar The 2nd International Conference on Sustainable Plantation

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian IPB dalam penyelenggaraan The 2nd International Conference on Sustainable Plantation (ICSP2nd)  pada tanggal 2-3 September 2021. Kegiatan ini melanjutkan kesuksesan ICSP pertama yang diselenggarakan pada tanggal 20-21 Agustus 2019. Berbeda dari tahun sebelumnya, The 2nd ICSP dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 secara online/virtual selama dua hari yang terdiri dari sesi pleno, sesi paralel, dan sesi kompetisi siswa. ICSP2nd menerima 149 makalah ilmiah dari para peneliti yang dipresentasikan dalam sesi parallel dan akan dipublikasikan dalam prosiding IOP.

ICSP2nd dihadiri Bapak Menteri Pertanian Republik Indonesia (Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H), Kepala Balitbangtan (Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si), Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi, Kepala Puslitbang Perkebunan (Ir. Syafaruddin, Ph.D.) dan lebih dari 548 peserta virtual dari universitas, lembaga penelitian, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, swasta, serta pemangku kepentingan lainnya baik dari Indonesia maupun luar negeri, seperti Malaysia, India, dan Pakistan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balitbangtan, sementara Menteri Pertanian RI memberikan sambutan secara virtual. Dalam sambutannya, Mentan berterima kasih atas terselenggaranya ICSP2nd. Beliau berharap forum ini dapat menjadi ajang untuk saling berinteraksi, berdiskusi, serta menginisiasi kolaborasi penelitian dan pengembangan tanaman perkebunan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi para peserta dan kemajuan perkebunan di Indonesia.

Kepala Balitbangtan mengucapkan terima kasih kepada Mentan yang telah berkenan memberikan sambutan. Beliau juga mengapresiasi pelaksanaan ICSP sebagai wadah pencerahan, tambahan ilmu pengetahuan tentang tanaman perkebunan Indonesia dan mengapresiasi panitia yang telah bekerja sangat keras, sehingga konferensi ini dapat terselenggara.

Kabadan pun mengapresiasi kiprah Puslitbang Perkebunan di era pandemi telah menghasilkan beberapa penemuan terkait tanaman perkebunan, termasuk tanaman obat seperti kayu putih, jahe merah, sambiloto (Andrographis paniculata) dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang menjadi komoditas penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus. Sebagai contoh, Puslitbang Perkebunan Badan Litbang Pertanian telah mengembangkan minyak eucalyptus yang mengandung 1,8 cineol sebagai dalam bentuk roll-on, inhaler, balsem, minyak aromaterapi, dan kalung aromaterapi.

Di sisi lain, beberapa tanaman perkebunan juga memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai pestisida nabati untuk menggantikan dan mengurangi aplikasi pestisida kimia untuk praktik pertanian yang baik, pertanian ramah lingkungan, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pembangunan nasional kita dapat berkelanjutan lebih baik ke generasi berikutnya dengan mengelola dengan baik semua sumber daya alam kita, termasuk tanaman perkebunan. Itu juga dapat berkontribusi pada lingkungan dunia,” imbuh Kabadan.

Kapus Litbang Perkebunan sangat mengapresiasi pelaksanaan Konferensi Internasional (the 2nd International Conference on Sustainable Plantation 2021) yang berlangsung secara virtual pada Kamis dan Jum’at 2-3 September 2021. Kapus berharap acara ini bermanfaat dalam upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memperkuat kesejahteraan manusia secara global dan nasional. Beliau juga berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat, menginspirasi peserta agar memiliki wawasan yang lebih luas tentang penelitian dan pendidikan, serta ada rumusan konkret dalam upaya peningkatan ekspor 3 kali lipat yang menjadi Program Utama Kementan. (Erri/Tim Website)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *