Klon Unggul Kakao di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Artikel Kakao Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Asumsi bahwa petani lebih tertarik menggunakan benih asalan ternyata tidak sepenuhnya benar. Fakta di lapangan membuktikan ada sebagian petani kreatif yang mampu melakukan seleksi klon unggul kakao secara sederhana dan menjadikannya sebagai sumber benih mandiri.

Salah satu contohnya adalah petani kakao di wilayah Kabupaten Lima Puluh (50) Kota, Provinsi Sumatera Barat. Petani di wilayah tersebut telah berhasil mengembangkan klon unggul kakao hasil seleksi partisipatif yang kemudian diberi kode BL-50 (singkatan dari Balubuih Lima Puluh Kota). Pada tahun 2015, klon BL 50 telah didaftarkan sebagai varietas baru kepada Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT).

Berdasarkan hasil kegiatan survei tim peneliti Balitbangtan yang diketahui klon BL-50 telah dikembangkan secara luas di wilayahPayakumbuh dan Tanah Datar. Hasil pengamatan terhadap tanaman contoh hasil sambung samping umur tiga tahun menunjukkan jumlah buah panen pada tiga bulan pertama tahun 2016 rata-rata mencapai 20 buah (pod) per pohon. Dalam satu tahun diperkirakan dapat dipanen rata-rata 40 buah (pod) per pohon. Keunggulan lainnya dari klon BL 50 adalah berbunga sepanjang bulan.

Kerjasama riset yang sedang dibangun antara Balittri dengan pemerintahan daerah setempat diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan klon BL 50.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *