Kepala Puslitbang Perkebunan Apresiasi Penyelenggaraan Pelatihan Internasional Pengembangan Kelapa oleh Balit Palma

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Balitbangtan, Kementan, Ir. Syafaruddin, Ph.D. mengapresiasi terselenggaranya pelatihan internasional pengembangan kelapa. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) secara online ini dinilai “keren dan sukses”, dimana dalam pelatihan mulai dari hulu ke hilir oleh pakar-pakar perkelapaan Balit Palma.

Hal ini disampaikan Kepala Puslitbang Perkebunan dalam sambutannya pada penutupan pelatihan online internasional “Pengembangan Kelapa di Timor Leste”, kerjasama antara Non-Aligned Movement-Center for South-South Technical Cooperation (NAM-CSSTC), Balit Palma Balitbangtan, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Dili, Timor Leste (31/5/2021)..

Kepala Puslitbang Perkebunan berharap semoga suatu saat setelah pandemi berakhir bisa diselenggarakan kunjungan oleh para ahli kelapa Balit Palma ke Timor Leste, atau sebaliknya dari Timor Leste melihat langsung kondisi perkelapaan di Indonesia, ujar Kapus. Semoga kerjasama ini akan mempererat hubungan bilateral antara kedua negara, lebih khusus dalam bidang perkelapaan, harapnya. Terimakasih, “Obrigada”, Salam Kelapa, Go Coconut, tutup Syafaruddin.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 8 jam yang dipandu oleh Meity Tulalo, MP., peneliti Pemuliaan dan Plasma Nutfah Balit Palma.

Sambutan pertama oleh Plt. Direktur NAM-CSSTC Duta Besar Diar Nubrintoro menyampaikan “pelatihan merupakan tindak lanjut perbincangan pada Tahun 2020 antara KBRI, NAM Center, dan Kementerian pertanian dan perikanan Timor-leste”.

Sambutan kedua oleh Ir. Fernando Egidio Amaral, beliau merupakan Direktur Nasional Agribisnis dan Kerja Sama Sektor Swasta, Kementerian Pertanian dan Perikanan Republik Demokratik Timor-Leste yang menyampaikan “Agar di Timor-Leste mendapat bekal terutama pengetahuan dari hulu on farm dan hilir, yang akan menjadi tulang punggung untuk merealisasikan recovery plan yang menjadi prioritas setelah covid-19.

Pidato pembukaan oleh Duta Besar Sahat Sitorus, Kepala Perwakilan RI di Dili. Beliau memberi salam “Bondia”, dalam Bahasa Portugis yang artinya Selamat Pagi. Isu yang dibahas akan sangat menarik, perbaikan ekonomi kerakyatan bekerjasama dengan Indonesia terbuka untuk menjalin kerjasama internasional. Sejak hubungan diplomasi Indonesia-Timor Leste 2002. Hubungan bilateral terus berkembang, nature, strong and forward looking. Ekonomi, politik, sosial budaya, kerja sama teknik, kerjasama selatan-selatan. Kunjungan Presiden Timor Leste pada Tahun 2018 ke Indonesia bertemu dengan Presiden Jokowi. Sebagai mitra terpercaya, pembangunan, mencapai cita-cita Timor Leste yaitu timor plan strategis, Upple midle country.

Sesi pertama pelatihan bidang Pemuliaan dan Plasma Nutfah Kelapa yang dipandu oleh moderator Ir. Jeanette Kumaunang, MSc. menampilkan narasumber peneliti ahli utama bidang pemuliaan dan plasma nutfah Prof. Hengky Novarianto. Materi yang disampaikan terkait dengan pengenalan tipe kelapa dan pengembangan kebun induk.

Sesi kedua bidang Budidaya Kelapa yang disampaikan oleh Yulianus R. Matana, MSi terkait dengan perbaikan teknologi budidaya kelapa, dan M. Nur, MSi yang membawakan pemaparan integrasi tanaman, intercropping/sistem usaha tani kelapa. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Engelbert Manaroinsong, MSi.

Sesi ketiga dilanjutkan dengan pemaparan tentang metode pengendalian hama utama kelapa oleh Prof. Meldy L.A. Hosang, dan dilanjutkan metode pengendalian penyakit utama kelapa oleh Rahma, MSi yang dimoderatori oleh Dr. Novalisa Lumentut.

Sesi keempat (terakhir) dibawakan oleh empat narasumber yaitu dari bidang Pascapanen oleh Ir. Rindengan Barlina, MS. yang membawakan pengembangan produk pasca panen kelapa (VCO dan Gula Kelapa), Dr. Patrik Pasang yang membawakan materi minyak goreng dan produk ikutan kelapa, seperti arang tempurung. Bidang Sosial Ekonomi terkait dengan “Strategi Pemasaran Produk Kelapa di Timor Leste” yang dibawakan oleh Dr. Asthutiirundu, dan terakhir disampaikan oleh Kepala Balit Palma Dr. Ismail Maskromo terkait “Strategi Pengembangan Kelapa di Timor Leste”. Sesi terakhir ini dimoderatori peneliti bidang Pascapanen Adhitya Y. Pradhana, MSi.

Acara ini juga dihadiri oleh Koordinator Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Puslitbang Perkebunan Dr. Tedy Dirhamsyah. Beliau berbicara terkait dengan hubungan G to G antara pemerintah Indonesia (Kemenlu) dan Pemerintah Demokratik Timor Leste. Untuk Sektor Pertanian melalui Biro Kerjasama Luar Negeri (KLN) Kementerian Pertanian, dan secara teknis melalui Badan Litbang Pertanian, dan Ditjenbun dengan Kementerian Pertanian Timor Leste, serta bisa juga melalui jalur International Coconut Community. Saat ini MoU Sektor Pertanian sudah berakhir Oktober 2020, sehingga kerjasamanya mesti diperbarui kembali dan ditambah dengan ruanglingkup pengembangan kelapa.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *