Kapuslitbangbun Perkenalkan Komoditas Perkebunan Potensial di Webinar Nasional UNAND

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Indonesia memiliki banyak komoditas perkebunan yang potensial untuk dikembangkan secara komersial. Hal ini disampaikan Kepala Puslitbang Perkebunan, Ir. Syafaruddin, Ph.D, dalam Webinar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Rabu 27 April 2022.

Selain sawit yang menjadi salah satu penyumbang PDB terbesar dari sektor perkebunan; ada kelapa, karet, kakao, kopi, pala, cengkeh, lada, dan jambu mete yang menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia. Ada pula komoditas lain yang naik daun seperti vanili, nilam, serai wangi, pinang, makadamia, kapas, kenaf, rami, abaka, kapuk, dsb.

“Vanili disebut sebagai emas hijau karena potensi ekonominya yang tinggi, bahkan menjadi rempah termahal di dunia setelah safron. Indonesia juga sudah menjadi negara produsen pengekspor kedua setelah Madagaskar,” jelas Kapus dalam presentasinya.

“Pinang memiliki permintaan ekspor yang sangat tinggi dari industri kosmetik dan obat dunia. Pinang juga dapat ditumpangsarikan dengan tanaman lain seperti kelapa dan kakao untuk menambah nilai ekonominya,” tambahnya.

Menurut Kapus, komoditas-komoditas tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Hanya saja, petani perlu mengikuti SOP agar mutu produk terjamin. Selain itu, perlu perbaikan industri hilir domestik, peningkatan efisiensi supply chain, rekayasa kelembagaan petani, serta pengembangan kemitraan antara petani dengan industri terkait agar nilai ekonominya dapat dioptimalkan.

Webinar bertema “Menggali Potensi Nilai Komersial Komoditas Non Pangan” ini dihadiri oleh lebih dari 130 peserta secara online. Selain Kepala Puslitbangbun, webinar ini juga mengundang Profesor Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Direktur Buah dan Florikultura Kementan, serta Kabag Humas PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. (Nurul/Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *