Kapuslitbang Perkebunan Terima Kunjungan Kerja Staf Khusus Gubernur Dan Kepala Bptp Sumatera Selatan

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

Kementerian Pertanian saat ini terus mendorong masuknya investasi dan berupaya terus meningkatkan ekspor. Salah satu yang menjadi andalan ekspor, adalah komoditas perkebunan, bahkan menjadi penyumbang terbesar devisa di sektor non migas, salah satunya melalui meningkakan program penelitian dan pengembangan teknologi perkebunan yang maju dengan menghasilkan varietas-varietas unggul produksi dan produktivitas tinggi.

Sementara besarnya sumbangan devisa tersebut berdasarkan data dari BPS, yang menunjukan kontribusi perkebunan 97,4% terhadap volume ekspor sektor pertanian dan berkontribusi 96,9% terhadap nilai ekspor sektor pertanian. Tidak heran, subsektor perkebunan menjadi penyumbang devisa negara terbesar dari sektor pertanian, ungkap Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D., pada saat menerima kunjungan Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Pertanian dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumsel (24/11/2020).

Syafaruddin menegaskan, bahwa data BPS juga mencatat kontribusi sektor perkebunan  terhadap perekonomian nasional  tahun 2018 naik 22,48% dibandingkan dengan kontribusi di tahun 2014. Sedangkan PDB perkebunan 2014– 2018 sebesar Rp 2.192,9 triliun. Angka sementara, PDB sektor pertanian pada triwulan satu tahun 2019 mencapai Rp 3,7 triliun dimana tanaman perkebunan menyumbang Rp 106,95 miliar.

Otonomi Daerah (OTDA) memberikan ruang luas bagi Pemda untuk memacu dan meningkatakan sumber-sumber pendapatan melalui PAD terutama dari sektor perkebunan. Upaya memacu sektor perkebunan sebagai sektor handalan masa depan tidak bisa dipisahkan peran berbagai pihak, baik dalam bentuk kerja sama dan sinergi, ungkap Repi Alrahmad, SP. Untuk itu dalam kunjunganya Repi berharap dalam upaya revitalisasi dan pengembangan sektor perkebunan di Sumsel dapat bekerja sama dengan Puslitbang Perkebunan melalui Balai-Balai terkait.

Senada dengan tujuan tersebut, Kapuslitbang Perkebunan membuka ruang lebar kepada Pemda Sumsel untuk berkerja sama dan bersinergi terutama dalam memanfaatkan dan mengembangkan teknologi-teknologi yang telah dihasilkan oleh Puslitbang Perkebunan terutama  untuk komoditas strategis di Sumsel. Hingga saat ini Puslitbang Perkebunan masih melalukan kerja sama penelitian dan pelepasan varietas dengan beberapa Pemerintah Kabupaten di Sumsel, tegas Syafaruddin.

Dr. Atekan, SP, M.Si., kepala BPTP Sumsel menegaskan bahwa pada kesempatan kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan penjajakan peluang kerja sama dalam pengembangan tanaman perkebunan di Sumatera Selatan, khususnya tanaman-tanaman yang sesuai dikembangkan di agroekosistem rawa dan mempunyai nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. BPTP Sumsel saat ini telah melakukan koordinasi dan kerja sama yang bagus dengan Pemerintah Daerah Sumsel terutama dalam upaya pengkajian dan diseminasi teknologi pertanian terutama komoditas perkebunan, namun diperlukan support dan kolaborasi dengan Puslitbang Perkebunan ke depan, imbuh Atekan.

Pada kesemptan kunjungan dan diskusi tersebut Kapus didampingi oleh Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Dr. Tedy Dirhamsyah dan Kepala Sub Bidang Kerja Sama Dr. Saefudin. Kapus, memberikan arahan agar rencana kerja sama tersebut untuk segera ditindaklanjuti dalam rangka merespon yang diharapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sumsel. (Sae/Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *