Kabadan: Teknologi Perbanyakan Benih Perkebunan Perlu Dikuasai dan Menjadi Fokus Utama

Aktifitas Puslitbangbun Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr.Ir. Fadjry Djufry, M.Si., menekankan bahwa Litbang perlu mencari solusi atas permintaan benih secara massal berbasis teknologi dan fokus terhadap komoditas strategis seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, rempah, dan tanaman obat. Teknologi perbanyakan benih perlu dikuasai dan menjadi fokus utama saat ini. Pasalnya, meski selama ini Indonesia memiliki plasma nutfah berlimpah, teknologi perbanyakannya masih kurang.

Hal ini disampaikan Kabadan dalam arahannya pada acara workshop yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan), Rabu (13/1/2021). Arahan ini berkaitan dengan tema utama yang dibahas dalam workshop, yaitu “Implementasi Pemanfaatan Inovasi dan Penyediaan Benih/Bibit Unggul”.

Lebih lanjut, Kabadan mengatakan Litbang juga perlu membuat grand design terkait pengadaan benih secepatnya. Begitupun dengan pengembangan bibit tebu, perlu dibuatkan roadmap secara rinci dari hulu hingga hilir untuk direkomendasikan ke Dirjen Teknis. Selain itu, harus ada sinergi yang kuat antara Litbang dengan pihak terkait lainnya agar program-program dapat berjalan dengan lancar.

Kepala Balitbangtan pun mengungkapkan harapannya agar Puslitbang Perkebunan dapat mengulangi prestasi dan kesuksesan yang telah dicapai sebelumnya. Khususnya saat Puslitbang Perkebunan melalui Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) yang mampu menghasilkan produk komersial berbasis eucalyptus dan delapan paten dalam keterbatasan anggaran di tahun 2020. Inovasi-inovasi yang dihasilkan Litbang harus go public dan mendapatkan pengakuan baik dari dalam maupun luar negeri, harap Kabadan. (Saefudin / Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *