Ka Badan: Harus Bekerja Keras dalam Menghasilkan Inovasi yang Berdaya Saing

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Hal tersebut disampaikan Plt Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Dr. Haryono dalam sambutannya pada acara pembukaan “Kemilau” Daya Saing Produk Pertanian 2013 tanggal 28 November 2013 di Gedung D Kementan, Jakarta. Plt Dirjen P2HP yang juga adalah Kepala Badan Litbang Pertanian,  mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan bulan mutu Kementerian Pertanian yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Makna daya saing produk pertanian mempunyai kaitan dengan human development index (HDI) Indonesia yang meningkat cukup signifikan. HDI diukur antara lain dengan (1) income per kapita, yang saat ini sudah di atas US$4000/kapita/tahun; (2) usia rata-rata penduduk produktif bangsa Indonesia, yang saat ini berada dalam kategori menengah (intermediate, rata-rata usia ± 30 tahun) dan (3) tingkat pendidikan, yang saat ini masih perlu ditingkatkan (belum mencapai wajib pendidikan 12 tahun). Pertanyaannya, bisakah melalui daya saing produk pertanian, dan melalui pangan yang berlimpah dan berkualitas kita mampu memberikan pangan kepada bangsa Indonesia dan juga meningkatkan pendidikan?.  Hal ini tentu bisa, kata kuncinya adalah kemauan dan kerja keras.

Agar produk pertanian Indonesia memiliki daya saing, maka selain kerja keras, yang perlu diperhatikan adalah beberapa persyaratan/kriteria yang harus dipenuhi seperti  (1) memiliki standar kualitas yang dikehendaki konsumen, (2) pemahaman tentang inovasi, dan (3) mengadopsi perkembangan pasar-pasar lain yang maju.  Menurut Dr. Haryono, khusus terhadap aspek inovasi sebagai salah satu bagian penting dalam penciptaan produk pertanian Indonesia yang memiliki daya saing, paling tidak terdapat tujuh inovasi yang harus diperhatikan. Ketujuh inovasi tersebut adalah (1)1novasi dalam pengelolaan tanah, air, dan agroklimat sebagai syarat penting dalam berproduksi. (2) inovasi dalam budidaya, di dalamnya terdapat penciptaan varietas unggul, dst., (3) inovasi pasca panen dan prosessing, (4) inovasi yang terkait dengan sistem logistik dan distribusi. Walaupun bukan ranah pertanian, tapi harus tetap diperjuangkan untuk masuk dalam inovasi, karena akan terkait  dengan  infrastruktur pertanian, seperti jalan. Jika dapat dilakukan diyakini para petani dan pengusaha akan mudah dalam berusaha pertanian, (5) pengendalian lingkungan dan konservasi sumber daya pertanian. Lahan jangan dirusak, jangan terlalu banyak menggunakan pestisida, dan  jangan menggunakan cara-cara pertanian yang salah. Dalam melakukan kegiatan produksi tersebut, alam tetap harus dijaga agar tidak rusak, (6) inovasi yang terkait dengan masalah pemasaran dan perdagangan, dan (7) inovasi yang terkait dengan koordinasi dan sinergi antar sektor.

Di akhir sambutan, Plt Dirjen P2HP berharap bahwa kegiatan ini akan menjadi motivasi bagi para pelaku usaha agar terus berpartisipasi, berprestasi dan berproduksi secara nyata dalam peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian. Di samping itu, terus berupaya dalam melakukan inovasi pengolahan dan pemasaran produk pertanian.

Setelah pembukaan, Plt Dirjen P2HP berkenan  mengunjungi stand pameran produk pertanian. Pada kesempatan ini, Puslitbang Perkebunan yang tergabung dalam stand Badan Litbang Pertanian menampilkan produk herbal (healhtro dan minuman kesehatan), serta produk pestisida nabati.

Sambutan Plt Dirjen P2HP, Dr. Haryono pada acara pembukaan “Kemilau” Daya Saing Produk Pertanian 2013 (foto kiri).

Produk yang dipamerkan oleh Badan Litbang Pertanian (foto kanan).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *