Inovasi Teknologi Puslitbang Perkebunan Siap Berkontribusi Dalam Geltek Penas-KTNA XVI Tahun 2020 di Sumbar

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Kegiatan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas-KTNA) merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga tahun yang digagas oleh para tokoh tani dan nelayan sejak tahun 1971, dengan harapan Penas-KTNA dapat mewadahi pertemuan antara petani untuk memperkuat sektor agribisnis. Dalam persiapan Gelar Teknologi (Geltek) Penas-KTNA tahun 2020, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) akan memperagakan teknologi dan inovasi yang dimiliki kepada seluruh masyarakat setempat sebagai ajang pembelajaran bagi petani.

Bertempat di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Balitbangtan menyelenggarakan rapat teknis finalisasi layout dan inovasi teknologi dengan seluruh Unik Kerja/ Unit Pelaksanaan Teknis. Rapat dibuka oleh Kepala Balai Besar Pengkajian Teknologi Pertanian (Dr. Muhammad Taufik Ratule) yang didampingi oleh Kepala Balai Besar Pasca Panen (Dr. Prayudi Syamsuri, SP, M.Si), Kepala BPTP Sumatera Barat (Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si) serta dihadiri oleh Kepala Bagian KSOH, Kepala Bidang KSPHP,  Kepala Balai beserta Pejabat Lapang Penas.

Dalam sambutannya Taufik menyampaikan progres perkembangan dan persiapan Geltek Penas-KTNA ke XVI 2020, bertemakan, “Bioindustri Berbasis Sumberdaya Lokal Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”. Rapat kali ini khusus membahas: persiapan menentukan anggaran, finalisasi layout, inovasi teknologi unggulan yang dipakai. Konsep family farming tidak diharapkan menerapkan pertanian monokultur: dikelola keluarga, dimiliki keluarga dan tidak untuk industri besar kalau pun ada masih berskala keluarga: menjaga ekosistem lokal dan menggerakkan pertanian sekaligus pekerjaan non pertanian sehingga meningkatkan dapat nilai tambah kesejahteraan keluarga, imbuh Taufik.

Beliau berpesan konsep family farming harus mempunyai alur cerita dari hulu sampai hilir dengan dengan menonjolkan teknologi inovasi terkini yang dimiliki Balitbangtan. Konsep family farming harus memenuhi pilar-pilar: ekonomi, sosial, kultural; mempunyai karakteristik keluarga sebagai kontrol sumber daya utama pertanian; peran penting keluarga sebagai tenaga kerja; mampu meningkatkan kesejahteraan petani; mempunyai kontribusi positif ekonomi lokal dan wilayah serta membangun dan memperkaya ekosistem lokal.

Puslitbang Perkebunan yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang KSPHP (Dr. Rustan Massinai, S.TP, M.Sc ) dan Kepala Sub Bidang Pendayagunaan Hasil Penelitian (Sudarsono, SE) hadir bersama Unit Pelaksana Teknis dibawahnya dalam rapat dan berkontribusi dalam menyiapkan benih kelapa, pinang, kurma, aneka tanaman rempah dan obat, kopi, kakao, serta aneka produk-produk olahan. Sesuai arahan Kapus Litbang Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D, Puslitbang Perkebunan menyatakan siap berkontribusi medukung kesuksesan pelaksanaan Gelar Teknologi Inovasi yang dihasilkan Puslitbang Perkebunan di Penas-KTNA XVI tahun 2020, semoga PENAS-KTNA ditahun 2020 ini mampu memberikan peningkatan pendapatan sambung Rustan.

Jayalah Perkebunan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *