ICC Mitra Strategis Puslitbang Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTVITAS PUSLITBANGBUN – Jum’at 17 Juli 2020, Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) melakukan kunjungan ke kantor International Coconut Community (ICC) di Jakarta. Kepala Bidang KSPHP Puslitbang Perkebunan Dr. Tedy Dirhamsyah, SP., M.A.B., bersama Kasubbid Kerja Sama dan Kasubbid PHP serta staf, diterima langsung oleh Direktur Eksekutif ICC Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc, Ph.D., yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kabid KSPHP di Puslitbang Perkebunan.

Dalam sambutanya, Direktur Eksekutif ICC Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc, Ph.D. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Bidang KSPHP Puslitbang Perkebunan dalam rangka sharing, koordinasi dan penjajakan kerja sama. Jelfina juga menginformasikan dan menjelaskan profil, aktivitas dan kegiatan ICC yang beranggotakan 20 negara. Jelfina mengajak Puslitbang Perkebunan dan Balitbangtan Kementan untuk membangun sinergi serta memanfaatkan peluang pasar komoditas kelapa baik untuk pasar domestik dan dunia yang saat ini permintaannya semakin meningkat, ujarnya.

Saat ini pengembangan kelapa dunia dihadapkan pada penurunan tingkat produksi dan produktivitas selain diperlukan regulasi untuk peremajaan, juga dihadapkan pada kebutuhan dan ketersediaan bibit yang belum optimal. Diperlukan langkah dan terobosan kongrit, misalnya melalui pengembangan benih kelapa secara modern, ujar Jelfina. Catatan penting lainnya adalah adanya kampanye negatif penggunaan produk kelapa, kelapa yang tidak produktif lagi, dan serangan hama penyakit kelapa dan masih belum maksimalnya pengelolaan industri kelapa. Di beberapa Negara telah melakukan program replanting dan penanaman baru dengan bibit bersertifikat yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar, imbuhnya.

Indonesia memiliki areal tanam kelapa terluas di dunia namun tingkat produksinya mengalami penurunan dibandingkan negara lain. Demikian halnya dengan produksi turunan dari kelapa belum dimaksimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru masyarakat. Untuk itu diperlukan peran berbagai pihak khususnya pemerintah untuk menjadikan komoditas kelapa sebagai sumber pendapatan potensial di masa mendatang dengan memaksimalkan sektor hulu dan hilir, yaitu kelapa yang memiliki nilai tambah dan berorientasi ekspor, tegas Jelfina.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Kabid KSPHP Puslitbang Perkebunan Dr. Tedy Dirhamsyah, SP., M.A.B. menyampaikan penghormatan kepada Executive Directur ICC yang telah sukses berkiprah di tingkat dunia melalui kerja kerasnya mewarnai perkelapaan Internasional. Tedy berharap kedepanya sinergi dan kerja sama Puslitbang Perkebunan dengan ICC akan semakin baik terutama dalam upaya memajukan sektor kelapa Nasional baik dari aspek ekonomi, riset dan kegiatan lainnya. Tedy juga berharap, peran serta peneliti Puslitbang Perkebunan dalam mendorong kemajuan pembangunan kelapa Nasional dapat ditempuh melalui kegiatan riset dan forum-forum ilmiah.

Pada akhir pertemuan Jelfina berharap kedepanya sinergi ICC dan Puslitbang Perkebunan semakin kuat dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan pakar Internasional dapat bekerja sama dengan ICC baik sebagai narasumber, reviewer dan keterlibatan dalam kegiatan ilmiah lainnya. (Anjas)

Berita terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *