Gelar Bimtek Padat Karya, Puslitbang Perkebunan Perkenalkan Inovasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) melangsungkan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya Tunai (PKT/Cash for Work). Kegiatan ini sebagai wujud komitmen menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya petani yang terdampak pandemi virus Covid-19.

Bimtek PKT ini dilaksanakan di Kantor Puslitbang Perkebunan, Jalan Tentara Pelajar No.1 Cimanggu Bogor, pada hari Senin tanggal 8 Maret 2021. Peserta Bimtek PKT sejumlah 125 orang, tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Acara dibuka oleh Kepala Pusat Ir. Syafaruddin, Ph.D, yang diwakili oleh Koordinator Substansi Program dan Evaluasi, Dr. Abdul Muis Hasibuan, SP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasihnya atas peran aktif masyarakat, serta berharap agar materi inovasi mengenai pemanfaatan tanaman obat di pekarangan yang akan disampaikan dalam Bimtek, dapat menambah pengetahuan dan memotivasi masyarakat untuk selalu menjalankan gaya hidup sehat.

Bimtek dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Koordinator Substansi Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian, Dr. Tedy Dirhamsyah, S.P., MAB. Sebelum masuk ke inti materi, beliau terlebih dulu mengajak para peserta untuk brainstorming agar lebih bersemangat. Tak lupa, beliau mengajak mereka untuk meneriakkan yel-yel “Kompak, Semangat, Hebat!” untuk semakin memeriahkan suasana.

Tedy juga memperkenalkan secara singkat tentang Puslitbang Perkebunan dan empat balai penelitian di bawahnya, antara lain Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma), dan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri). Barulah setelah itu, materi tentang tanaman obat keluarga (TOGA) diberikan.

Beliau mendorong para peserta agar memanfaatkan pekarangannya untuk bercocok tanam, terutama TOGA. Bahkan di pekarangan sempit sekalipun, mereka masih bisa memanfaatkan limbah rumah tangga seperti kemasan air minum, kantung plastik, dan ban bekas untuk menanam. Kegiatan semacam ini sangat bermanfaat. Apalagi di musim pandemi Covid-19 seperti sekarang, TOGA bisa membantu menambah imunitas anggota keluarga, juga meredakan gejala penyakit tertentu. (Herwindo & Nurul/Tim Web)

Berita Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *