Finalisasi Naskah MoU dengan KAPOK Jepang

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Dalam upaya mempercepat realisasi MoU antara KAPOK Jepang dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam hal penelitian dan pengembangan bersama, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) melakukan diskusi online (21 April 2020). Diskusi online melibatkan : (1) Representative of Kapok, Ltd 2. Director of Indonesian Center for Estate Crops 3. Head of Indonesian Sweetener And Fiber Crops Research Institute 4. Head of Indonesia Agricultural Transfer of Technology Institute 5. Prof. Dr. Nurindah, Researcher from ISFCRI 6. Prof. Dr. Deciyanto Sutopo, Research and Collaboration Working Team of IAARD 7. Assistant Deputy Director for Organization and Law, Secretariat of IAARD.

Tujuan utama dari Nota Kesepahaman (MoU) adalah melakukan kerja sama penelitian dan pengembangan melalui komersialisasi kapuk/kapas yang menghasilkan kualitas tinggi dalam mendukung kebutuhan domestik dan diekspor. MoU antara KAPOK dan Balitbangtan mengacu pada surat dari KAPOK tanggal 29 Januari 2020 dan kunjungan KAPOK ke Balittas 10 Desember 2019.

Dalam diskusi tersebut Kepala Puslitbangbun Ir. Syafaruddin, Ph.D menekankan penting dan strategisnya MoU dan kerja sama ini. Diharapkan kerja sama ini mampu mempromosikan Indonesia di mata dunia terutama terkait kualitas dari Varietas Unggul kapuk/kapas yang hasilkan Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang. Selain itu, Syafaruddin berharap kerja sama ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan kapuk/kapas nasional, melalui optimalisasi kebun-kebun percobaan dengan melibatkan peneliti-peneliti handal, dengan tetap mempertimbangan aspek keamanan Sumber Daya Genetik (SDG) yang ada.

MoU tersebut akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan Puslitbangbun dan Balittas yang memiliki mandat pengembangan kapuk/kapas. Kerja sama tersebut akan menjadi penelitian bersama dalam rangka menciptakan komersialisasi kapuk, meliputi: (1) meningkatkan kualitas kapuk untuk menghasilkan kapuk kualitas terbaik sebagai bahan produk pakaian yang dibutuhkan oleh KAPOK, (2) visualisasi dan kuantifikasi keunggulan kapuk terhadap beban lingkungan (CO2, air, tanah) dibandingkan dengan bulu, dan (3) penelitian dan pengembangan untuk membuat lembar kemurnian tinggi kapuk (90% kapuk 10% polyester).

Harapanya MoU dan kerja sama yang akan dilaksanakan, mampu memberikan manfaat terhadap Balitbangtan khususnya Pulsitbangbun dan Balittas untuk kemajuan industri kapuk/kapas di domestik dan internasional melalui beberapa varietas unggul yang telah didaftarkan dan dilepas. (sae. 21-04-2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *