Efektivitas Metode Pengeringan untuk Menekan Aflatoksin pada Biji Pala Kering

Artikel Pala Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Ekspor biji pala Indonesia terkendala akibat kandungan aflatoksin yang melebihi batas minimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas tiga tipe pengering biji pala untuk menekan cemaran aflatoksin. Tiga tipe pengering yang diuji adalah (a) rak pengering tipe rumah dengan sumber panas energi matahari yang dikombinasikan dengan api kompor minyak tanah, (b) para-para penjemuran 1 m di atas tanah dengan atau tanpa penutup kain hitam, dan (c) lantai penjemuran 5 cm di atas tanah dengan atau tanpa penutup kain hitam. Batok biji pala dikeringkan di dalam rak-rak penjemuran sampai kering (berbunyi kalau digoyang dengan tangan), kemudian dikupas dan diambil bijinya, lalu dikeringkan kembali pada tipe alat pengering yang sama. Parameter pengamatan meliputi suhu, kelembaban udara, lama pengeringan, kadar air, kadar minyak, oleoresin, miristisin, dan kandungan aflatoksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengeringan dengan rak pengering tipe rumah adalah 51,5 jam, lebih lama dibandingkan dengan pada para-para dan lantai penjemuran (30 jam). Suhu selama pengeringan pada rumah pengering adalah 35,60-37,310C, lebih rendah dibandingkan dua tipe pengering lainnya. Namun, kelembaban udaranya paling tinggi (40,71-49,33%). Kadar air biji pala batok dan pala kupas hasil pengeringan dari semua tipe pengering semuanya memenuhi syarat (< 10%). Cemaran aflatoksin total dalam biji pala batok dan biji pala kupas adalah < 3,28 µg/kg, sedangkan aflatoksin B1 < 1,06µg/kg sehingga memenuhi standar SNI. Ketiga tipe pengering dapat direkomendasikan untuk diuji pada skala lapang.

Selengkapnya klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *