Seleksi Buah yang akan Dijadikan Benih dan Bibit Kelapa Kopyor

BUDIDAYA PERKEBUNAN – Penanganan benih/bibit yang baik, akan menentukan keberhasilan pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa kopyor yang dikembangkan secara alami. Setelah diperoleh pohon induk kelapa kopyor sebagai sumber benih, dilakukan pemanenan  buah untuk memperoleh benih.. Seleksi buah untuk benih didasarkan pada kriteria umur  buah,  dan kondisi fisik buah.

Continue Reading

Seleksi Pohon Induk Kelapa Kopyor

BUDIDAYA PERKEBUNAN – Seleksi benih untuk perbanyakan secara alami kelapa kopyor dimulai dari pemilihan pohon induk. Penentuan pohon induk kelapa (PIK) kopyor dilakukan berdasarkan riwayat tanaman yang telah diamati kemampuannya menghasilkan buah kopyor.  Untuk dijadikan sebagai sumber benih, tanaman harus diketahui menghasilkan buah kopyor secara terus menerus pada setiap tandannya. Pohon yang tidak stabil menghasilkan […]

Continue Reading

Teknik Pembibitan Tanaman Aren

BUDIDAYA PERKEBUNAN – Buah yang digunakan sebagai sumber benih harus matang, sehat yang ditandai dengan kulit buah yang berwarna kuning kecoklatan, tidak terserang hama dan penyakit dengan diameter buah ± 4 cm. Buah aren ini dapat disimpan selama 4 minggu dalam wadah plastik dengan media pasir pada suhu kamar. Dengan cara ini  biji aren dapat […]

Continue Reading

Teknik Pembibitan Tanaman Sagu

BUDIDAYA PERKEBUNAN – Bahan tanaman yang digunakan sebagai calon bibit adalah anakan sagu yang posisinya berdekatan dengan pohon utama, dengan berat anakan 2-3 kg, apabila disayat bagian dalam anakan berwarna merah muda. Warna ini menandakan bahwa anakan tersebut telah memenuhi syarat sebagai calon bibit. Anakan yang akan digunakan berbentuk L. Anakan sagu dipangkas akar dan […]

Continue Reading

Kultur Embrio Kelapa Kopyor

BUDIDAYA PERKEBUNAN – Embrio kelapa kopyor dapat ditumbuhkan pada media tumbuh buatan  dalam kondisi aseptik dan kondisi terkontrol di laboratorium. Calon bibit  (plantlet) yang dihasilkan diaklimatisasi di screen house untuk penyesuaian secara bertahap pada kondisi alam yang tidak terkontrol. Penerapan teknologi kultur embrio masih terbatas pada institusi atau swasta yang memilki fasilitas laboratorium. Bibit yang […]

Continue Reading

Pemanfaatan Lahan Diantara Kelapa

BUDIDAYA PERKEBUNAN -Penanaman tanaman sela di antara pertanaman kelapa sangat menguntung-kan, oleh karena 80% lahan di bawah kelapa dapat dimanfaatkan untuk tanaman lain maupun ternak. Jenis-jenis tanaman sela yang dapat diusahakan di antara tanaman kelapa dapat meliputi tanaman perkebunan, tanaman pangan, dan hortikultura tergantung pada kondisi lahan dan iklim setempat (Gambar 1 dan 2).

Continue Reading

Peta Kesesuaian Iklim dan Lahan Tanaman Kelapa

BUDIDAYA PERKEBUNAN – Iklim dan lahan merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan Program pengembangan kelapa di Indonesia,  karena tanaman kelapa merupakan tanaman yang berumur panjang. Sejak tahun1984 secara bertahap telah disusun peta kesesuaian iklim untuk pengembangan kelapa. Iklim menjadi indikator utama karena pertumbuhan dan produksi kelapa sangat dipengaruhi oleh iklim.

Continue Reading

Peremajaan Kelapa Tebang Bertahap

BUDIDAYA PERKEBUNAN – Tanaman kelapa diremajakan jika telah berumur > 60 tahun. Peremajaan juga dilakukan pada pohon  kelapa yang berumur < 60 tahun jika tanaman tidak produktif, atau produksi kurang dari 30 butir/pohon/tahun. Agar  tidak mengganggu kebutuhan bahan baku kelapa dalam jangka panjang, jumlah pohon kelapa yang dapat diremajakan dalam satu wilayah (provinsi, kabupaten, kecamatan) […]

Continue Reading