Tantangan dan Kebijakan Peningkatan Peran Biodiesel di Indonesia

INFO PERKEBUNAN – Tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan pencampuran biodiesel dapat ditinjau dari aspek penyediaan bahan baku (feedstocks), produksi dan pemasaran biodiesel, dimana kondisi ketiga aspek tersebut bisa saling terkait sehingga sering menjadi tantangan yang kompleks. Bahan baku yang relatif tersedia untuk produksi biodiesel adalah CPO (minyak sawit) dengan tantangan utama persaingan penyediaan dengan ekspor […]

Continue Reading

Peluang Pemanfaatan CPO Off-Grade untuk Biodiesel

INFO PERKEBUNAN – Salah satu bahan baku yang tersedia untuk dijadikan biodiesel adalah CPO off-grade, yaitu CPO yang memiliki bilangan asam tinggi (lebih dari 5%), karena mutu bahan baku TBS (tandan buah sawit) yang rendah atau mengalami penurunan. Penyebab penurunan mutu TBS antara lain karena proses panen, keterlambatan panen, keterlambatan pengolahan TBS akibat antrian panjang […]

Continue Reading

Peran Bahan Bakar Nabati dari Tanaman Perkebunan dalam Ketahanan Energi Nasional

INFO PERKEBUNAN – Ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air merupakan tiga serangkai dari ketahanan ekonomi dunia. Di Indonesia selain ketahanan pangan, ketahanan energi juga menjadi salah satu pilar ketahanan ekonomi Nasional. Tantangan terbesar dalam produksi biofuel adalah saya saingnya dengan minyak bumi yang harganya cenderung rendah. Simak selengkapnya pada artikel berikut : Peran Bahan […]

Continue Reading

Keekonomian Bioetanol sebagai Pencampur Bahan Bakar Minyak

INFO PERKEBUNAN – Tingkat keekonomian bioetanol di Indonesia dapat digunakan Harga Indeks Pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) jenis bioetanol yang ditetapkan secara periodik oleh Kementerian ESDM. Misalnya HIP BBN jenis bioetanol yang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan sebesar Rp 14.779. Berdasarkan HIP tersebut terlihat bahwa pada saat ini daya saing bioetanol lebih rendah […]

Continue Reading

Potensi Tanaman Kemiri Sunan sebagai Tanaman Reklamasi

BERITA PERKEBUNAN – Tanaman kemiri sunan (Reutalis trisperma L.) adalah salah satu tanaman famili karet-karetan (Eoforbia). Mudah beradaptasi di beberapa lingkungan seperti tanah gambut, tanah pasir, tanah liat , dan tanah bekas tambang. Tanaman ini pun tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH rendah <5 dan banyak dikembangkan di dataran rendah sampai tinggi seperti daerah […]

Continue Reading

Matrik Kebijakan Fleksibel Campuran Biodiesel

INFO PERKEBUNAN – Kebijakan pemerintah untuk mendorong penggunaan biodiesel telah direalisasikan dengan penggunaan B20 (campuran biodiesel 20% dalam solar) secara mandatory. Penggunaan biodiesel yang semakin banyak seperti penggunaan B30 bahkan hingga B100 sangat diharapkan karena Indonesia dapat menghasilkan bahan baku biodiesel berupa minyak sawit mentah (CPO) dalam jumlah berlebih (dari kebutuhan dalam negeri) yang dapat […]

Continue Reading

Biodiesel B-100 Hasil Inovasi Balitbangtan Balittri Terbukti Mampu Menjadi Alternatif Bahan Bakar Masa Depan

INOVASI PERKEBUNAN – Pengembangan energi terbarukan menjadi tantangan bagi setiap negara guna mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang semakin lama semakin menurun ketersediannya. Salah satu alternatif yakni dengan mencari sumber bahan bakar baru bersifat ramah lingkungan, dengan stok bahan bakunya terjamin, serta memiliki harga yang lebih terjangkau dari bahan bakar pada umumnya. Kementerian Pertanian melalui […]

Continue Reading

Pretreatment Limbah Biomassa Perkebunan dalam Produksi Bioethanol

BERITA PERKEBUNAN – Bioethanol dapat digunakan sebagai energi alternatif yang menjanjikan yang dapat diproduksi dari limbah biomassa perkebunan. Bioethanol dapat digunakan untuk mengurangi emisi CO2 dan sebagai alternatif energi yang menjanjikan sehingga menunjang pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan. Proses pembuatan bioetanol berbahan baku biomassa perkebunan dapat melalui beberapa tahap, antara lain: pretreatment (pretreatmen), hidrolisis (sakarifikasi), […]

Continue Reading

Penyediaan Bahan Baku Siap untuk Pemenuhan Bioetanol 5% (E-%)

INFO PERKEBUNAN – Dengan berbagai upaya peningkatan, untuk memenuhi kebutuhan bioetanol 5% (E-%) tidak dapat terpebuhi bila hanya digunakan bahan baku tetes tebu. Di Indonesia selain tebu, ada beberapa tanaman penghasil pati yang dapat menjadi bahan baku untuk produksi bioetanol seperti ubikayu, sagu dan sorgum. Diantara sumber tersebut yang paling mumpuni adalah ubikayu. Mengingat ubikayu […]

Continue Reading

Kebijakan Peningkatan Produksi Bahan Baku sebagai Sumber Bioetanol

INFO PERKEBUNAN – Kebijakan untuk mendorong produksi bioetanol dalam negeri sangat diperlukan terutama kebijakan unutk mengarahkan peningkatan bahan baku dan pengembangan industri bioetanol yang mendekati wilayah bahan baku. Bahan baku yang berpotensi untuk dikembangkan seperti singkong, sagu, aren dan sorgum. Pengembangan tanaman tersebut pada umumnya sudah memiliki basis wilayah seperti singkong di Lampung, sagu di […]

Continue Reading