Bimbingan Teknis Virtual “Pengendalian OPT Jahe”

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN -Bogor, 23 Juli 2021. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat mengadakan Bimbingan Teknis Virtual dengan tema “Pengendalian OPT Jahe (Bercak Daun dan Lalat Rimpang) dengan jumlah peserta 669 Orang yang hadir di zoomeeting dan youtube. Peserta berasal dari dari berbagai profesi, dan asal domisili yang beragam seluruh Indonesia. Setiap peserta mendapatkan fasilitas bahan materi dan sertifikat secara gratis.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini di buka oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, MSi dan didampingi oleh Moderator Dr. Retno Djiwanti serta Para Narasumber. Materi yang disampaikan pada Bimbingan Teknis ini diantaranya 1) Pengenalan Penyakit Bercak Daun Jahe serta Pengendaliaannya dengan narasumber Marlina Puspita Sari, SP., MSc.; 2)  Hama Lalat Rimpang Mimegralla coeruleifrons Macquart (Diptera: Micropezidae) Pada Tanaman Jahe dan Pengendaliannya dengan narasumber Rismayani, S.P., M. Agr.

Dr. Evi Savitri Iriani, MSi dalam sambutannya menyampaikan topik yang diangkat untuk bimbingan teknis saat ini adalah Jahe karena dimasa pandemi covid 19 ini Jahe merupakan komoditas yang banyak dicari oleh masyarakat. Berdasarkan beberapa penelitian jahe memiliki banyak manfaat diantaranya dapat meningkatkan imun, memiliki  anti oksidan yang tinggi, anti inflamasi dan bersifat anti mikroba. Dalam kesempatan ini Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) mencoba menyampaikan informasi-informasi inovasi khususnya penanganan OPT pada Jahe, semoga informasi yang disampaikan melalui bimtek ini peserta mendapatkan manfaatnya,” ujar Dr. Evi Savitri.

Dalam paparan materinya Marlina Puspita Sari, SP., MSc menyampaikan penyakit bercak daun disebabkan oleh Cendawan parasit tanaman. Kondisi lingkungan, umur tanaman dan jenis jahe yang ditanam mempengaruhi kerusakan dan jenis cendawan yang dominan di suatu daerah. Pengendalian tepadu diantaranya 1) Penanganan dan seleksi benih; 2) Pengolahan tanah untuk membenamkan sisa tanaman terserang; 3) Jarak tanam dan pemupukan sesuai SOP; 4) Monitoring rutin; 5) Aplikasi fungisida bila diperlukan.

Lalat rimpang Mimegralla coeruleifrons (Diptera: Micropezidae ) merupakan salahsatu hama penting pada tanaman jahe. Serangan lalat rimpang selalu bersamaan dengan bakteri Ralstonia solanacearum. Penggunaan pestisida nabati berbahan dasar minyak seraiwangi mampu mencapai tingkat mortalitas hama lalat rimpang diatas 80% pada hari ketiga setelah aplikasi, “ujar Rismayani, S.P., M. Agr dalam paparannya.

Semoga pemaparan materi dan diskusi yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas, membawa manfaat dan menghidupkan sektor pertanian khususnya tanaman jahe di Indonesia makin berkembang dan maju.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *