Bimbingan Teknis “Pengenalan Varietas Dan Teknis Grafting Tanaman Pala

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Bogor, 15 Juli 2021. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat mengadakan Bimbingan Teknis Virtual dengan tema “Pengenalan Varietas Dan Teknis Grafting Tanaman Pala”. Sistem penjaringan peserta yang dilakukan Balittro melalui pendaftaran online melalui zoommeeting dan youtube dengan jumlah peserta 688 orang yang berasal dari berbagai profesi, dan asal domisili yang beragam seluruh Indonesia. Setiap peserta mendapatkan fasilitas bahan materi dan sertifikat secara gratis.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini di buka oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, MSi dan didampingi oleh Para Narasumber. Materi yang disampaikan pada Bimbingan Teknis ini diantaranya 1) Materi Perbenihan dan Varietas Tanaman Pala dengan narasumber Ir. Sri Wahyuni; 2) Materi Teknik Perbanyakan, dan Budidaya Tanaman Pala serta Praktek Metode Sambung/Grafting Pala dengan narasumber Ir. Agus Ruhnayat.

Dr. Evi Savitri Iriani, MSi dalam sambutannya menyampaikan dimasa era pandemi sudah merubah cara kita berkomunikasi. Begitu pula cara Balittro dalam mendesiminasikan yang efektif untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi teknologi unggulan hasil-hasil penelitian tanaman rempah dan obat. Kegiatan Bimbingan teknis dengan tema “Pengenalan Varietas Dan Teknis Grafting Tanaman Pala” ini merupakan bimbingan teknis virtual perdana yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat tahun 2021. Kegiatan Bimbingan teknis virtual Balittro ini akan dilaksanakan setiap minggu 1 kali, dengan judul materi yang berbeda, “ujar Dr. Evi Savitri Iriani.

Dalam paparan materinya Ir. Sri Wahyuni menyampaikan ada 9 Varietas yang sudah dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat diantaranya Varietas Ternate 1, Tobelo 1, Tidore 1, Banda, Makian, Nurpakuan agribun, Tiangau agribun, Patani, Fakfak (M. Argentea). Tipe ideal pala adalah Produksi tinggi, tanaman vigor; ukuran buah sedang, rasa daging buah tidak getir; ukuran biji besar, berat dan bernas, fuli tebal; Kadar minyak atsiri biji dan fuli tinggi; Aroma lembut enak (tidak sengak), indikasi komponen kimia bagus, ujar Ir. Sri Wahyuni.

Perbanyakan pala secara vegetatif melalui sambung pucuk (epicotyl grafting dan soft grafting) mempunyai prospek untuk dikembangkan karena tingkat keberhasilannya relatif tinggi (≥ 80 %). Dari hasil pengamatan dari Tehnik Grafting Pala dihasilkan sebagai berikut: 1) Produksi/ph : 3 th = 200 bh, 5 th = 500 bh, 8 th = 1000 bh (estimasi), 10 th = 1500 bh, 15 th = 2000 buah; 2) Pertumbuhan kuat dengan kanopi kompak; 3) Tinggi tnm 3,3 m, lebar kanopi 175 m (umur 5 th); 4) Serangan busuk buah sangat rendah; 5) Buah rontok tidak ada; 6) Bobot buah rata-rata 75 g, biji kering 9 g, fuli kering per buah 1,33 g, “ ujar Ir. Agus Ruhnayat dalam paparannya.

Melalui kegiatan Bimbingan teknis ini terjadi komunikasi secara langsung antara penghasil/sumber inovasi dengan pengguna teknologi. Teknologi hasil-hasil penelitian tanaman rempah dan obat telah banyak dihasilkan. Namun walaupun hasil-hasil penelitian telah banyak diperoleh pada kenyataannya tidak sedikit usahatani Tanaman rempah dan Obat yang ada saat ini belum memberikan hasil yang optimal bagi pelakunya. Salah satu penyebabnya adalah penerapan teknologi hasil-hasil penelitian di tingkat pengguna masih rendah karena tidak lancarnya komunikasi antara penghasil dan pengguna teknologi. Untuk memperlancar dan mempercepat arus informasi dari penghasil ke pengguna teknologi, pihak penghasil teknologi harus memperhatikan kelompok sasaran yang hendak dicapai, bentuk dan isi pesan yang hendak disampaikan serta cara diseminasi yang akan digunakan. Kelompok sasaran yang hendak dicapai bukan hanya pelaku agribisnis di sektor hulu tapi juga pelaku agribisnis di sektor hilir dan pengambil kebijakan di daerah maupun di pusat. Penyampaian informasi selain dilakukan secara tidak langsung, yang biasanya hanya bersifat searah, diperlukan juga komunikasi langsung dengan pengguna dan pengambil kebijakan sehingga terjadi komunikasi dua arah. Salah satu cara yang dapat dilakukan melalui kegiatan Bimbingan teknis.

Dari kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan informasi ke pengguna dapat lebih cepat menyerap teknologi hasil penelitian dan mampu menghidupkan sektor pertanian khususnya tanaman Pala sehingga tercipta agribisnis berkesinambungan dan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan tanaman pala di Indonesia.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *