Balittro Panen Koleksi Plasma Nutfah Kunyit dan Jahe Putih Besar asal Saparua

Artikel Jahe Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Pada tahun 2017 Peneliti Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), melalui kegiatan penelitian eksplorasi dan koleksi tanaman obat, mendapatkan tambahan tanaman koleksi jahe putih besar dan kunyit yang berasal dari Saparua Ambon. Pada tahun pertama dan kedua dilakukan domestikasi/introduksi di rumah kaca Balittro, Balitbangtan Kementan.

Pemanenan dilakukan dengan cara menggarpu tanah di sekitar area tanaman. Tujuan penggarpuan adalah meminilisir luka pada rimpang tanaman yang dipanen. Selanjutnya rimpang dibersihkan dari tanah yang masih menempel dengan air mengalir. Pencucian rimpang dilakukan secara hati-hati agar tidak ada bagian yang patah. Tahap selanjutnya adalah pengeringan rimpang menggunakan sinar matahari untuk menghilangkan sisa-sisa air pada saat pembersihan rimpang sehingga memudahkan dalam kegiatan pengamatan.

Variabel yang diamati terdiri dari panjang, lebar, tinggi, dan bobot basah rimpang. Jahe Saparua memiliki rata-rata panjang rimpang sebesar 16.29 cm, lebar rimpang sebesar 4.36 cm, tebal rimpang sebesar 24.99 mm, dan bobot basah sebesar 103.89 gram dengan daging rimpang berwarna putih kecokelatan. Kunyit Saparua memiliki rerata panjang rimpang sebesar 27.88 cm, lebar rimpang sebesar 13 cm, dan bobot basah sebesar 937.50 gram.

Hasil panen rimpang belum didapatkan secara optimal dari koleksi tersebut. Oleh karena itu ke depan akan dilakukan budidaya yang mengacu kepada SOP yang berlaku.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *