Balittri Raih Peringkat ke-5 dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Lingkup Kementan

Aktifitas Puslitbangbun

INFO PERKEBUNAN – Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) berhasil meraih peringkat ke-5 sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terbaik dalam Pelayanan Pengelolaan Informasi Publik di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan). Peringkat ini diraih Balittri dalam ajang Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik lingkup Kementan Tahun 2020. Balittri sebagai UPT di bawah Puslitbang Perkebunan, Badan Litbang Pertanian, Kementan yang diberikan tugas melaksanakan kegiatan penelitian pada tanaman Industri dan penyegar diantaranya, Kopi, Kakao, Karet dan teh. Selain itu juga Balittri melakukan penelitian pada Bahan Bakar Minyak Nabati.

Dr. Tri Joko Santoso, S.P, M.Si selaku Kepala Balai menyampaikan bahwa capaian ini merupakan wujud komitmen Balittri sebagai Badan Publik untuk menyediakan informasi publik yang mudah diakses. Sementara itu, untuk mengawal keterbukaan informasi di Balittri, maka dibuat beberapa Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) layanan informasi publik. “Penghargaan bergengsi ini menjadi motivasi untuk mewujudkan keterbukaan Informasi yang akuntabel” ucapnya.

Kementan melalui Biro Humas dan Informasi Publik kembali menyelenggarakan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (PPID Award) di Tahun 2020. Ajang Penghargaan prestisuis ini bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi dari penerapan keterbukaan Informasi Publik pada Unit Kerja atau Unit Pelaksana Teknis Kementerian (UK/UPT) lingkup Kementan. PPID Award merupakan penghargaan untuk memberikan apresiasi pada UK/UPT yang telah berkomitmen meningkatkan pengelolaan dan pelayaan informasi publik. Proses tahapan penilaian PPID Award ini dilakukan secara Ketat. Periode penilaian pun dilaksanakan dalam kurun waktu yang singkat, yakni sejak 15 mei hingga 10 Agustus 2020.

Adapun penilaian tahapan keterbukaan informasi public terdiri dari penilaian mandiri, melalui pengisian Self Assesment Questioner (SAQ), keterbukaan informasi publik lewat website, optimalisasi penggunaan portal PPID, Komitmen Pimpinan di UK/UPT, dan yang terakhir adalah visitasi atau wawancara. Serangkaian penilaian tersebut dilakukan oleh tim yang berkompeten yang terlibat dalam keterbukaan informasi publik di Indonesia, seperti akademisi, praktisi, hingga pengamat dari LSM. Semua juri yang terlibat berasal dari luar kementerian pertanian, diantaranya Dr, J. Kritsiadi ( Sekretaris CSIS), Tya Tirtasari M.Si (Staff Ahli KIP), M. Yasin, S.H, M.H (Dosen Fakultas Ilmu Administrasi UI), Astrid Debora Meliala, S.H, M.H (Anggota Freedom of Information Network Indonesia).

Sekretaris Jenderal Kementan, Dr. Momon Rusmono, M.S., menyampaikan meskipun pandemi Kementan selalu siap menopang perekonomian nasional. Oleh karenanya perlu didukung oleh keterbukaan informasi publik. Baginya, transparansi menjadi penting didalam manajemen yang efektif. Adanya keterlibatan partisipasi publik melalui informasi yang terbuka akan memacu akselerasi pembangunan. “Yang harus diperhatikan adalah rambu-rambu yang menjadi bagian didalam keterbukaan informasi publik itu sendiri’ tegasnya. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, acara dilaksanakan di Gedung Teater, Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Kementerian Pertanian. Selain itu, untuk mengurangi jumlah kerumunan acara pun disiarkan secara streaming melalui channel Youtube TV Tani. “Yang utama adalah apresiasi ini dapat memberikan motivasi dan semangat pada jajaran Kementerian Pertanian untuk selalu bekerja keras” imbuhnya.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *