Balittas Luncurkan Aplikasi pengelolaan Hama Tebu dan Tembakau Berbasis Android

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVTAS PUSLITBANGBUN – Minimnya pengetahuan jenis hama menjadi kendala tersendiri dalam mengembangkan tanaman. Hal ini disiasati oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) dengan mengembangkan aplikasi android untuk identifikasi dan penanganan hama tanaman tebu dan tembakau.

Aplikasi yang diberi nama Simaster (Sistem Informasi Masalah Hama Tanaman Perkebunan) ini diperkenalkan melalui webinar pada Selasa (9/6/2020) yang diluncurkan untuk memudahkan dalam mengidentifikasi jenis hama dan solusi untuk mengendalikan hama tersebut.
Kepala Balittas, Dr. Titik Sundari, M.P mengungkapkan bahwa sasaran pengguna Simaster bukan hanya petani, tetapi juga petugas lapangan dan mahasiswa.

“Simaster diperkenalkan untuk memberikan kemudahan dalam mengakses, terutama pada masa Pandemi Covid-19 ini. Meskipun berada di jarak yang cukup jauh, tetap bisa digunakan” ungkapnya.

Simaster bekerja berdasarkan database hama. Tiap hama memiliki identifikasi sendiri, hal tersebut sesuai dengan jenis dan dalam kondisi seperti apa hama tersebut berkembang. Kemudian disesuaikan dengan jenis lokasi dimana hama tersebut hidup.

Heri Prabowo Ssi. M.Sc salah satu pengembang aplikasi Simaster yang juga peneliti hama di Balittas mengungkapkan bahwa prediksi jenis hama juga ditentukan oleh kondisi cuaca.

Bersama dengan dua peneliti lainnya yang mengembangkan aplikasi ini, Nur Asbani, Ph.D. dan Sri Adikadarsih, SP., M.Sc. Heri menyatakan bahwa prediksi hama juga bisa ditentukan oleh suhu udara.

“Identifikasi jenis hama di Simaster sudah terhubung dengan aplikasi di google map. Sehingga sudah ada prediksi yang berkaitan dengan cuaca dan serangan hama yang cocok di suhu lokasi” ungkapnya.

Identifikasi memang dilakukan sesuai dengan kasus yang terjadi pada tanaman. Selain data, identifikasi secara detail juga dilakukan dengan mengunggah gambar tanaman yang diserang hama melalui aplikasi Simaster.

Fitur Simaster juga memungkinkan komunikasi dua arah, untuk jam layanan setiap hari kerja pada pukul 7.30-16.00 WIB. “Untuk prosedur layanan komunikasi dua arah adalah pukul 7.30-16.00 WIB, tapi diluar jam itu akan coba kita jawab” ungkapnya.

Aplikasi sendiri bersifat dinamis, semakin aktif pengguna menggunakan aplikasi Simaster, maka aplikasi sendiri semakin banyak mendapatkan referensi terkait jenis hama. “Aplikasi ini bersifat dinamis, referensi juga berasal dari pengguna yang menggunakan aplikasi ini” sambungnya.

Balittas sendiri memang cukup intens dalam mencoba mencari solusi khususnya di bidang tanaman pemanis dan serat. Pada 2015 lalu, mereka menerbitkan buku berisi panduan tentang jenis hama dan penanganannya. Simaster merupakan pengembangan secara modern dari buku yang sebelumnya diterbitkan.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *