Aren: Emas Hijau dengan Hasil yang Menggiurkan

Aktifitas Puslitbangbun

BERITA PERKEBUNAN – Seminar Online Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) Badan Litbang Kementerian Pertanian yang dilaksanakan setiap hari Rabu, pada seri ke-12 ini dimeriahkan oleh nara sumber yang sangat luar biasa, yaitu Dr. Willie Smits asal Belanda (Ketua Pembina Yayasan Masarang, Komisaris Utama PT. Gunung Hijau Masarang), Ir.H. Kusumano, MSi (Presiden Aren Foundation), dan Ir. Elsje T. Tenda, MS (Peneliti Aren dari Balit Palma).

Acara ini dibawakan oleh host Yulianus Matana, SP, MSi (peneliti ekofisiologi Balit Palma) dan dipandu oleh moderator Ir. Jeanette Kumaunang, MSc. (peneliti Balit Palma). Acara dibuka oleh Kepala Balit Palma Dr.Ir. Ismail Maskromo, MSi., langsung dari Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Kabalai menyampaikan bahwa Balit Palma telah melepas Genjah Kutim asal Kalimantan Timur, Aren Smulen dari Bengkuu, Aren Toumuung dari kota Tomohon, Sulut.

Selanjutnya pemutaran video proses pengolahan Gula Aren di Masarang, Sulut yang dipandu oleh Ka Balit Palma. Dalam perbincangannya dengan Dr. Willie Smits, menurutnya untuk melestarikan lingkungan/hutan dari penebangan, penggunaan uap panas bumi akan jauh lebih baik. Energi yang digunakan untuk merubah nira menjadi gula menggunakan sisa uap panas bumi yang merupakan kerjasama Pertamina Lahendong dengan pabrik gula aren, sehingga petani aren bisa memperoleh penghasilan yang jauh lebih tinggi.

Presentasi pertama dilakukan oleh Prof. Julius Pontoh, guru besar Kimia Universitas Sam Ratulangi, Manado. Beliau memaparkan terkait yayasan masarang dalam hal menggerakkan organik farming, beasiswa anak-anak petani aren, pusat penyelamatan satwa liar, kesejahteraan petani aren, program-program reforestasi. Selain di Tomohon, aren sudah dikembangkan di Kalimantan, ujarnya. Tanaman aren selama menyadapnya tetap menghasilkan gula dari proses fotosintesis, hasil penelitian telah dipublikasikan pada Tahun 2015, tambahnya. Dr. Smits selanjutnya membahas lebih detail terkait tanaman aren, fotosintesis dan kesuburan tanah.

Presentasi kedua dilakukan oleh Ir. Elsje T. Tenda, peneliti utama bidang pemuliaan Balit Palma. Dalam paparannya mengatakan bahwa Balit Palma telah melepas lebih dari 30 varietas tanaman aren, termasuk 4 diantaranya merupakan hasil kerjasama dengan Dinas Perkebunan daerah/provinsi yakni Aren dari Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Banten, dan Bengkulu. Beliau juga menyampaikan Indeks Glikemik Gula Aren Rata-rata 47 (rendah), sehingga baik untuk kadar gula darah.

Presentasi ketiga dilakukan oleh Presiden Aren Fundation Ir. H. Dian Kusumanto, MSi., yang menyampaikan materi peluang aren dalam revitalisasi industri gula di Indonesia. Dalam paparannya menyampaikan bahwa tebu pada musim giling hanya 170 hari atau 195 hari tidak berproduksi, sedangkan aren terus berproduksi. Investasi Pabrik Gula juga berbiaya mahal sekali dibandingkan aren. Produktifitas aren 5-10 kali lipat dibanding tebu, ujarnya.

Dalam sesi diskusi, banyak pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta baik melalui room chat maupun youtube. Aren, Si Emas Hijau yang masih mempunyai potensi yang terselubung benar-benar menggiurkan. Semoga pengetahuan yang didapat dari seminar online ini bermanfaat. Salam sehat selalu dan Salam Aren, Sejahteralah petani aren Indonesia.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *